Blog

Panglima TNI Ajak Pengusaha Indonesia Bangun Ekonomi Bangsa

 

TNIJURNALPATROLINEWS.COM – TNI, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengajak Pengusaha Indonesia dan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) berjuang bersama-sama untuk membangun ekonomi bangsa Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI dihadapan 400 Pengusaha Indonesia dan Eksekutif Muda Alumni ITB, pada acara “Indonesianisme Summit” dengan tema “Penguatan Daya Saing dan Militansi Talenta Indonesia Dengan Berbasis Kearifan Lokal”di Ballroom Hotel Grand Sahid Jaya, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (10/12/2016).

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dalam krisis ekonomi di dunia, kondisi ekonomi di  Indonesia masih bagus. Untuk itu, kita harus bersama-sama membangun mewujudkan stabilitas politik dan keamanan, agar investasi berjalan dengan baik. “Pengusaha Indonesia dan Eksekutif Muda Alumni ITB harus berjuang dan bergotong-royong untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa pemenang,” katanya.

Lebih lanjut Panglima TNI mengingatkan bahwa Bangsa Indonesia adalah milik kita bersama dan Burung Garuda Pancasila yang mencekram kuat pita bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika jangan sampai lepas, karena itu merupakan Central Of Gravity Indonesia sebagai pemersatu bangsa.

Panglima TNI menyatakan bahwa, Indonesia saat ini menjadi rebutan negara lain, karena kaya akan sumber daya alam yang menjadi salah satu negara equator di dunia. “Indonesia sebagai negara equator dan sangat kaya akan sumber daya alam adalah warningyang patut menjadi kekhawatiran bangsa Indonesia dimasa yang akan datang,” tegasnya.

“Presiden RI pertama Ir. Soekarno adalah seorang Alumni ITB dan pernah mengingatkan bahwa, kekayaan alam Indonesia nanti akan membuat iri bangsa-bangsa di dunia, demikian juga Presiden RI Ir. H. Joko Widodo sebagai Alumni UGM pada saat disumpah mengatakan bahwa, kekayaan sumber daya alam Indonesia justru akan menjadi petaka buat kita, tujuannya adalah agar kita waspada,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa, pergeseran budaya ekonomi terus terjadi dalam masyarakat, sehingga melahirkan krisis ekonomi yang menjadi pemicu terjadinya kompetisi global dan terjadi secara ketat serta cenderung tidak sehat.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, budaya kita saat ini hampir tergerus dengan budaya ekonomi dari luar yang sampai saat ini tetap eksis, inilah yang menyebabkan resesi ekonomi dan depresi ekonomi. “Hal tersebut mengakibatkan krisis ekonomi dan kompetisi global, yakni meningkatnya tingkat kejahatan dan yang paling penting adalah hancurnya tatanan masyarakat,” pungkasnya

Turut hadir pada acara tersebut Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Siwi Sukma Adji, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, S.Sos., Askomlek Panglima TNI Marsda TNI Bonar H. Hutagaol, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., dan para Menteri Kabinet Kerja serta Ketua Umum Ikatan Alumni ITB.

Penulis Buku “Membongkar Gurita Cikeas” George Aditjondro Meninggal Dunia Di Palu

sdxvcaswvaazsJURNALPATROLINEWS.COM – Palu, Penulis buku kontroversial “Membongkar Gurita Cikeas” Dr. George Junus Aditjondro meninggal dunia di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 10 Desember 2016 sekitar pukul 05.45 Waktu Indonesia Tengah.

George yang juga merupakan aktivis, dosen dan peneliti ini, meninggal dalam usia 70 tahun, di Rumah Sakit Bala Keselamatan di Jalan Woodward, Palu, Sulawesi Tengah.

George Junus Aditjondro lahir 27 Mei 1946 di Pekalongan, Jawa Tengah. Semasa hidupnya, George dikenal karena sejumlah tulisannya yang menyoroti bisnis Keluarga Cendana yang menurutnya sarat dengan korupsi, kolusi dan nepotisme.

Tahun 1994 dan 1995, George pernah menjadi wartawan untuk Majalah Tempo, nama George Aditjondro menjadi dikenal luas sebagai pengkritik pemerintahan Soeharto mengenai kasus korupsi dan Timor Timur.

Pada akhir Desember 2009, George meluncurkan bukunya yang sempat menghebohkan berjudul “Membongkar Gurita Cikeas”.

Buku itu sempat ditarik dari etalase toko walaupun pada saat itu belum ada keputusan hukum terhadap peredaran buku ini.

Kemhan Sosialisasikan Bela Negara melalui Film”Seteru”

dserffrsz nmJURNALPATROLINEWS.COM – Jakarta, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melalui Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) mensosialisasikan program tentang bela negara.

Dengan memilih film sebagai alat penyampai pesan, kepada masyarakat,  Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dengan judul ‘Seteru’, telah selesai pembuatanya dan di serahkan secara simbolis kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Acara penyerahan secara simbolis film Bela negara, yang di bintangi oleh Aktor Mathias Muchus dilaksanakan di Gedung Panjaitan Lt 9, kantor Kemhan jalan Merdeka barat, Jakarta pusat, Jum’at(9/12).

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, menyampaikan, Pembuatan Film Bela Negara ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya dalam membangun karakter bangsa Indonesia, agar memiliki jiwa Nasionalisme dan patriotisme serta memiliki daya tangkal yang tangguh, guna menjamin tegaknya Negara kesatuan Republik Indonesia serta terpelihara nya pelaksanaan pembangunan Nasional , dalam mencapai tujuan Nasional, tegasnya.

”Membangun daya Tangkal bangsa antara lain dilaksanakan melalui pembinaan kesadaran bela negara yang dilaksanakan secara dini terpadu berkesinambungan dan terus menerus kepada seluruh komponen bangsa baik pada tataran lingkungan pendidikan pekerjaan maupun pemukiman”paparnya.

Ryamizard mengatakan, lewat penayangan film itu, diharapkan nilai-nilai kesatuan akan tumbuh di tengah masyarakat khususnya generasi muda.

“Saya harapkan film ini mampu mentransformasi nilai-nilai kesatuan dan semangat bela negara”.

Ini menunjukkan bahwa seniman dan aktor juga punya peran dan bertanggung jawab dalam menumbuhkan Nasionalisme,harapnya.

Masih kata Ryamizard Ryacudu, setiap warga negara diharapkan memiliki sikap mental dan karakter yang dijiwai oleh rasa cinta tanah air kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan kepada Pancasila, sebagai ideologi negara dan kerelaan berkorban bagi bangsa dan negara yang diaktualisasikan sesuai bidangnya, pungkasnya.

“Indonesia dikenal sebagai negara dengan semboyan ‘Bhinneka Tunggal Ika’ yang artinya berbeda-beda tapi tetap satu”.

Film ini menceritakan permusuhan yang terjadi antara dua Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mempunyai ‘kelas’ berbeda.

“Film ini mengisahkan dua sekolah yang saling membenci. Yang satu sekolah Internasional, satu lagi sekolah yang didominasi siswa lokal pribumi kelas menengah bawah, ada suku Jawa, Sunda, Batak” kata Hanung.

Lanjut Hanung, konflik dalam film itu terletak pada rasa benci yang sangat mendalam dan membuat pelajar-pelajar itu ‘kesetanan’ setiap melihat lawannya. Hingga akhirnya, mereka dipaksa mengikuti program kemiliteran dan dipimpin langsung oleh Letkol Rahmat yang diperankan oleh aktor Mathias Muchus.”, paparnya.

Terakhir kata Hanung, Film ini merupakan hasil kerjasama Kemenhan, Dapur film dan bank BJB. Sejumlah aktor dan aktris muda seperti Yusuf Mahardika, Bio One, Rifqa Amalsyta turut ambil bagian dalam film yang akan tayang serentak di bioskop pada Februari 2017 itu, pungkasnya.

Solidaritas Untuk Bangkit Dan Berdaulat

dhb xsdbJURNALPATROLINEWS.COM     –     Jakarta,  Oleh : Prof. Dr. Haryono Suyono

Dalam waktu beberapa hari lagi kita akan memperingati Hari Kesetiakawan Sosial Nasional (HKSN) tahun 2016. Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional itu diilhami oleh serbuan tentara sekutu pada tanggal 19 Desember 1948 yang ingin menduduki kembali Negara Kesatuan RI yang diproklamirkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945. Belanda tidak rela dan mengerahkan pasukannya untuk menyerbu Ibu Kota RI pada waktu itu yang dipindahkan ke Yogyakarta. Tetapi serbuan tentara Belanda besar-besaran itu justru membangkitkan semangat rakyat untuk bersatu dan membangun barisan di semua desa di seluruh Indonesia mengobarkan semangat perang gerilya yang menjadi ciri utama model perang baru yang kemudian menempatkan Indonesia sebagai pencipta sistem perang melawan kolonialisme di seluruh dunia.

Indonesia membangkitkan suatu sistem pertahanan semesta dimana rakyat dan tentara nasional bersatu, bahu membahu saling isi mengisi menjadi benteng pertahanan semesta yang tidak ada tandingannya. Setiap hari seakan tidak ada apa-apa, rakyat biasa saja bekerja layaknya rakyat biasa, ada yang bertani, berdagang ke pasar berjualan hasil sawah dan kebunnya, ada yang sekolah dan ada pula yang santai di rumah masing-masing saling mengobrol saling mencari kutu sambil menyibak rambut yang tebal dioles dengan minyak. Tentara menyatu dengan rakyat setiap hari berganti pakaian seperti layaknya rakyat biasa ikut bekerja di desa dan di sawah, mencangkul dan bertani, di pasar ikut berdagang, di kebun ikut menanam tanaman dan semua berlaku dengan waspada mengintai pertahanan musuh dan pada malam harinya siap menyerang tempat-tempat penting seperti gudang peluru dan pusat-pusat pertahanan strategis tentara Belanda. Kelihatannya seperti solidaritas social biasa,tetapi sesungguhnya suatu solidaritas perjuangan kemerdekaan yang secara naluriah disusun berdasarkan strategi manajemen pertahanan alamiah yang diciptakan oleh semangat pantang menyerah dari seluruh lapisan masyarakat luas.

Padatingkat yang pertama rakyat secara gotong royong menjadi jaringan logistik yang tidak ada putusnya dari ujung gunung sampai ke kota dalam solidaritas tanpa komando, dimana di setiap rumah menyediakan minum dan makanan ala kadarnya bagi prajurit dan relawan yang setiap malam turun gunung ke kota. Mereka melakukan perang gerilya dengan taruhan nyawa karena hanya bersenjatakan bamboo runcing.Ada yang membawa keris atau parang yang sesungguhnya dengan mudah dapat dikalahkan oleh senjata modern. Tetapi alat sederhana itu dilandasi dengan hati penuh kasih saying pada negaranya yang baru merdeka dan semangat tidak takut pada apapun yang menjadi andalan serdadu Belanda yang hanya sekedar menerima bayaran saja.

Solidaritas social itu adalah solidaritas berani mati karena perjuangan persamaan tekad dengan komitmen tanpa reserve. Solidaritas itu bukan semata solidaritas social karena alas an kasihan pada anak bangsa yang berjuang mempertaruhkan jiwadan raganya, tetapi solidaritas yang dilandasi dengan tuntunan dan tontonan anak muda prajurit bangsa yang tidak takut mati karena yakin bahwa kemerdekaan bangsanya akan mengantar anak cucunya kelak menjadi anak bangsa yang merdeka dan berdaulat serta menjadi pemimpin di negaranya yang merdeka sejajar dengan Negara merdeka lainnya.

Orang tua yang tidak pandai lagi memanggul senjata dengan rela ikut memberi doa dengan segala resiko berjajar di jalan member semangat kepada anak muda yang berbondong memanggul senjata apa adanya berbaris melenggang tanpa rasa takut akan dilaporkan kepada kompeni Belanda. Setiap matahari terbenam tentara dan relawan muda mulai turun gunung untuk berbaris menuju kota dalam perang gerilya terbuka dengan dukungan rakyat banyak yang tidak ada satupun yang berani berkhianat melapor kepada Kompeni Belanda. Ada kalanya mata-mata Belanda yang coba melaporakan hancur dibogem mentah oleh rakyat banyak yang tidak ingin anak muda pejuangnya mati konyol karena ulah mata-mata anak bangsa yang ingin segelintir uang pelicin dengan mengorbankan anak bangsanya.

Anak-anak kecil member semangat dengan ikut menyanyikan lagu perjuangan biarpun dengan sembunyi-sembunyi. Mereka ikut juga membuat senapan dari daun pisang dan membakar semangat dengan ikut menyelenggarakan serangan mainan dengan sesama teman teman sebaya menambah semarak perang gerilya yang diselenggarakan oleh rekannya yang lebih dewasa dengan dukungan seluruh penduduk di desanya. Kalau mereka masih hidup pasti mereka akan kecewa melihat para pemimpin jaman ini yang tidak ikut berjuang tetapi saling berebut rejeki dengan mengambil uang negara. Apa lagi melihat para pemimpin yang menekan rakyat yang ada di desa yang dijaman mudanya mengorbankan segalanya untuk perjuangan bangsanya.

Kesetiakawanan sosial pada jaman itu sungguh penuh semangat dan perlu dikenang bukan sekedar dengan upacara social biasa,tetapi harus dikenang sebagai bagian dari perjuangan bangsa merebut kembali kemerdekaan yang ingin diambil oleh Belanda. Kesetiakawanan harus diwujudkan dengan semangat memerangi kemiskinan, kebodohan dan serangan narkoba yang ingin menghancurkan bangsa besar ini menjadi makanan empuk neo kolonialis yang ingin memecah belah bangsa. Kolonialis yang ingin menjadikan kita semua budak mereka kembali dan merampas kekayaan alam semesta yang belum sempat kita garap untuk sebesar-besar kemakmuran anak bangsa sendiri. Marilah kita bangkitkan solidaritas perjuangan untuk masa depan yang lebih gemilang! (Prof. Dr. Haryono Suyono, pengamat sosial).

Jelang Penerimaan Hasil Ujian, GTI Manado Warning Pihak Sekolah

Rivan-KalaloJURNALPATROLINEWS.COM – Manado, Penerimaan hasil ujian sekolah yang kian dekat membuat Garda Tipikor Indonesia (GTI) Kota Manado mengeluarkan himbauan sekaligus warning kepada masyarakat dan pihak sekolah.

Ketika ditemui jurnalpatrolinews.com, Jumat (9/12/2016), Rivan Kalalo Wakil Ketua GTI Manado mengatakan orang tua siswa silakan melapor bilamana ditemukan adanya penarikkan biaya pasca pengambilan nilai di sekolah.

“Kami juga mengingatkan pihak sekolah agar tidak melakukan pungutan liar dalam bentuk apapun, karena bila ditemukan GTI akan segera melaporkan ke instansi terkait dan menindak tegas pungutan tersebut,” ucap Rivan.

Rivan juga menambahkan masyarakat juga harus berani melporkan kegiatan-kegiatan ini. “kami tidak bisa mengontrol semua tempat, untuk itu saya mengharapkan keberanian dari masyarakat untuk melaporkannya pada kami,” tandasnya. (risat)

Kepala Bakamla RI Lantik 5 Pejabat Eselon I, ll, Dan lll

BAKAMLAJURNALPATROLINEWS.COM – TNI, Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H., secara resmi melantik 5 pejabat Bakamla RI, yang terdiri dari seorang Pejabat Eselon l, seorang Pejabat Eselon II, dan 3 orang Pejabat Eselon III,  dalam upacara pelantikan dan pengambilan sumpah, di Kantor Bakamla RI, Aula Gedung Proklamasi, Jl. Perintis Kemerdekaan No. 56, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/12/2016).

Para pejabat yang dilantik antara lain Laksda TNI Agus Setiadji, S.A.P. sebagai Sekretaris Utama Bakamla RI, Kombes Pol. Jon Efri, S.E., M.Si.Dipl. sebagai Inspektur Bakamla RI, Satya Pratama, S.Sos., M.Sc. sebagai Kepala Subdirektorat Harmonisasi Strategi Kamla, AKBP Drs. Julius Maralatu Aponno, S.H. sebagai Kepala Bidang Hukum dan Informasi pada Kantor Kamla Zona Maritim Timur, dan Yospendi, S.T., S.H., S.Sos., M.Si. sebagai Kepala Bidang Hukum dan Informasi pada Kantor Kamla Zona Maritim Tengah.

Dalam sambutannya Kepala Bakamla RI menekankan beberapa hal, khususnya kepada para pejabat baru, yaitu :Pertama, berkaitan dengan jabatan Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla RI,  bahwa Sestama selaku Pejabat Pimpinan Tinggi Madya memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan mengingat Sestama merupakan unsur pembantu pimpinan yang bertanggung jawab kepada Kepala Bakamla RI sekaligus sebagai Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam pengelolaan anggaran Negara di lingkungan Bakamla RI;

Kedua, berkaitan dengan jabatan Inspektur Bakamla RI, Inspektorat mempunyai peran strategis dalam menciptakan birokrasi yang bersih dan akuntabel. Inspektorat juga harus menjadi unit terdepan dalam mengawal pelaksanaan pengawasan internal di lingkungan Bakamla RI, salah satunya yaitu meningkatkan peran aparat pengawas internal, yang tidak hanya melaksanakan fungsi pengawasan biasa yang terfokus pada hasil temuan tetapi harus juga lebih memastikan bahwa permasalahan yang ada harus mendapatkan asistensi yang memadai;

Ketiga, berkaitan dengan jabatan Eselon III, Kepala Bakamla RI berharap para pejabat memiliki kemampuan dan kemauan yang kuat untuk membuka wawasan seluasnya, dapat memperoleh data dan informasi yang valid, memiliki semangat juang yang tinggi dan mampu menjadi roda penggerak organisasi.

Lebih lanjut Kepala Bakamla RI memberikan ucapan selamat kepada para pejabat yang telah dilantik dan mengharapkan kemampuan, komitmen, integritas dan loyalitas yang tinggi dalam mengemban amanah yang telah dipercayakan.

“Saya mengucapkan selamat bertugas, jabatan merupakan amanah, kehormatan, dan kepercayaan yang diberikan oleh pemimpin. Namun di sisi lain merupakan tantangan yang senantiasa harus siap dihadapi dengan segenap kemampuan yang di miliki”.

2.706 Kasus HIV/AIDS di Buleleng, Sebagian Besar Usia Muda

baliJurnalpatrolinews.com – Buleleng,    Kasus penderita virus penyakit HIV/AIDS yang ada ditengah-tengah masyarakat Kabupaten Buleleng dan sampai saat ini belum ada obatnya cukup memprihatinkan. Secara komulatif dan tercatat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, hingga bulan November 2019 mencapai kisaran angka 2.706 kasus. Mirisnya, sebagian besar virus HIV/AIDS ini menggerogoti kalangan usia muda hingga produktif.
 
Menurut catatan Jurnalpatrolinews.com, HIV/AIDS bisa dicegah. HIV dapat menular melalui hubungan seks tanpa kondom, penggunaan jarum/alat suntik yang tercemar HIV, dan dari air susu  ibu ke anak. Dengan fenomena virus HIV/AIDS sebagian besar penyebarannya di kalangan usia muda produktif, sebagai cermin terjadinya hubungan bebas sex bebas.
 
Hubungan bebas sex bebas di kalangan usia muda di Buleleng, khususnya di Kota Singaraja mudah dijumpai sebagai dampak kurangnya pengawasan, baik orang tua, pemilik rumah kos dan aparat berwenang dalam menelusuri rumah penginapan maupun rumah kost ”liar”.
 
Dengan fenomena seperti itu, sebagai tanda terjadinya degradasi moral yang di tahun 1970-an sudah penulis prediksi melalui artikel opini pada ”Mingguan Suluh Marhaen” akan meledak pada era kekinian.
 
Adalah Pelaksana Tugas Bupati Buleleng Made Gunaja ketika hadir pada puncak acara peringatan Hari AIDS se-Dunia di Taman Kota Singaraja, Jumat (09/12) malam menyimak HIV/AIDS telah menjadi epidemo global yang menyerang setiap tingkat kehidupan masyarakat.
 
Bahkan, birokrasi asal Tabanan ini menilai, bahwa HIV/AIDS menjadi salah satu ancaman paling serius yang dihadapi oleh umat manusia saat ini.
 
Peran pemerintah? Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali ini, pemerintah bersama komponen masyarakat sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka penyebaran HIV/AIDS di kabupaten belahan Utara pulau Dewata itu.
 
”HIV/AIDS sudah menjadi ancaman kita semua. Kita harus bahu-membahu untuk peduli dan juga mencegah penyebarannya agar bisa ditekan,” ungkapnya.
 
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, sampai dengan bulan November tahun 2016, secara kumulatif telah mencapai angka 2.706 kasus. Kasus yang diketemukan menyebar di setiap kecamatan dengan sebagian besar dari kalangan usia muda. Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Buleleng, Ir. I Made Gunaja, M.Si di sela-sela Acara Puncak Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) yang dipusatkan di Taman Kota Singaraja, Jumat (9/12) kemarin. Acara puncak ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Polres Buleleng, para asisten, staf ahli, kepala SKPD lingkup Pemkab Buleleng serta Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) dari berbagai sekolah di Buleleng.
 
 
Sementara Ketua Panitia Peringatan Hari AIDS se-Dunia di Buleleng Ida Bagus Geriastika mengungkapkan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan dengan mengutamakan edukasi mengenai HIV/AIDS.
 
Ida Bagus Geriastika yang juga Asisten bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Buleleng juga menyebut kegiatan pemberian sembako kepada ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), di samping dalam bentuk kegiatan lainnya. (JP ~ TiR).—

KPPN Singaraja Gelar Refleksi Anti Korupsi

bllngJurnalpatrolinews.com – Buleleng,   Kantor Pajak Pratama dan Perbendaharaan Negara (KPPN) Singaraja sangat serius memaknai intruksi Kementrian Keuangan RI dengan menggulirkan komitmen bersama jajarannya untuk memerangi masalah korupsi.
 
KPPN Singaraja menyikapi instruksi Kementrian Keuangan RI melalui peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang digelar Jumat (09/12) dengan mengemas beragam kegiatan berlabel “Refleksi Anti Korupsi”.
 
Secara intern, seluruh jajaran KPPN Singaraja dengan mengajak para wajib pajak, bertekad menyatukan langkah dan menyatukan jiwa untuk melawan korupsi dengan membubuhkan tanda tangan pada sehelai kain spanduk yang terpampang di depan kantor KPPN Singaraja.
 
Sementara itu dalam kolaborasinya dengan masyarakat umum, kegiatan diwujudkan dengan melaksanakan jalan sehat, dibarengi dengan pemberian informasi melalui leaflet, brosur dan sosialisasi kiprah KPPN dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.
 
Kepala KPPN Singaraja Slamet Mulyono, SE.Ak mengatakan, dengan menggelar kegiatan tersebut, KPPN diharapkan mampu menekan masalah korupsi, sekaligus meningkatkan kredibilitas Kementrian Keuangan sebagai kementrian yang bersih dengan mengedepankan reformasi dan transformasi kelembagaan menuju kementrian keuangan yang kredibel, berintegritas dan profesional.
 
Upaya KPPN dalam memerangi korupsi yang direfleksikan melalui peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, disambut positif wajib pajak asal Desa Kubutambahan Buleleng, Anggreni.
 
Dalam menguatkan motto KPPN, yakni profesional dalam bekerja, tulus dan bersahabat dalam melayani, maka keluarga besar KPPN Singaraja pun menegaskan, bahwa memberikan imbalan sehubungan dengan layanan kepada pegawai KPPN Singaraja adalah gratifikasi dan ini termasuk tindakan korupsi. (JP ~ TiR).—

Kapuspen TNI : Isu Panglima TNI Minta Sumbangan “Fitnah”

F-VSXBNS-222x300JURNALPATROLINEWS.COM – TNI,   Beredarnya isu berita yang dimuat akun Facebook mengatasnamakan  “Gatot Nurmantyo” dengan judul #PrayForAceh yang diunggah di media sosial tanggal 7 Desember 2016, pukul 07.59 WIB, yang berisi himbauan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo meminta donasi dana untuk membantu korban gempa di Aceh adalah “FITNAH” dan “TIDAK BENAR”.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos, M.Si., di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (9/12/2016) menegaskan bahwa Akun Facebook yang memuat berita tersebut adalah Fitnah, karena akun yang beredar di media sosial,bukanlah milik akun Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. “Pemilik Akun Facebook tersebut hanya ingin mencari keuntungan pribadi dengan memanfaatkan nama Gatot Nurmantyo,” ucapnya
 
Kapuspen TNI menyatakan bahwa, berita yang diunggah di media sosial tidak berdasarkan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan. “Penyebaran isu ini sangat mencemarkan nama baik Jenderal TNI Gatot Nurmantyo secara pribadi maupun Institusi TNI,” tegasnya..   
 
Lebih lanjut Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan bahwa, pada Rabu sore (7/12/2016) Panglima TNI Jenderal TNI Gatot memberangkatkan 218 personel Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kesehatan TNI, terdiri dari: 82 prajurit Yonkes Kostrad TNI AD, 61 prajurit Marinir TNI AL dan 31 personel Basarnas, RS. Mintohardjo TNI AL mengirimkan 6 orang dr. Spesialis, 1 orang dr. Umum dan 35 orang Kes Marinir terdiri dari 2 dr. Umum dan 33 personel kesehatan Marinir ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), untuk membantu korban gempa.
 
Selanjutnya, Kapuspen TNI membenarkan bahwa pada Rabu malam (7/12/2016), Panglima TNI bertolak ke Provinsi NAD dengan menggunakan Boeing-737 TNI AU.  Kemudian, pada Kamis (8/12/2016) Panglima TNI meninjau lokasi gempa serta mengecek kesiapan personel Satgas Kesehatan TNI, termasuk Rumah Sakit Lapangan dan beberapa alat berat TNI dalam membantu korban gempa di NAD.
 
Kapuspen TNI menambahkan bahwa, pada Jumat (9/12/2016) TNI memberangkatkan 300 Prajurit Zeni Konstruksi (Zikon) TNI, terdiri dari 100 personel Zikon 13 Jakarta dan 200 personel Zeni Marinir Jakarta, dengan menggunakan tiga pesawat Hercules TNI AU menuju lokasi gempa di NAD dalam rangka mempercepat proses rehabilitasi bangunan yang rusak akibat dampak gempa.
 
“Kunjungan Panglima TNI dan kegiatan yang dilakukan oleh Prajurit TNI dalam rangka membantu korban, evakuasi dan merenovasi rumah maupun bangunan yang rusak akibat gempa. Semua ini wujud kepedulian dan pengabdian TNIkepada masyarakat, tanpa mengharap imbalan apapun,” tutur Kapuspen TNI.
 
Lebih lanjut Kapuspen TNI mengatakan bahwa, sesuai dengan tugas pokok TNI yang tertuang dalam  Undang-undang RI Nomor 34 tentang TNI pasal 7 ayat (2) poin b, menyatakan bahwa tugas pokok TNI salah satunya adalah Operasi Militer Selain Perang (OMSP) termasuk didalamnya membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan.
 
“Seluruh prajurit TNI wajib terpanggil bila terjadi bencana alam diseluruh wilayah Indonesia, untuk hadir memberikan bantuan kemanusiaan tanpa mengenal waktu, termasuk bencana yang terjadi di NAD saat ini,” pungkas Mayjen TNI Wuryanto.

GTI Manado Duga Proyek IPAL Bermasalah

15267726_1222400344515327_288824486793453278_nJURNALPATROLINEWS.COM – Manado,  Garda Tipikor Indonesia (GTI) Kota Manado menduga bahwa proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang dikelola Pemerintah kota Manado masih bermasalah dan terindikasi korupsi.

Hal ini diungkapkan oleh Stevi Mait selaku Ketua GTI Manado, Jumat (09/12/2016), menurutnya anggaran 53 Miliar yang dibanderol oleh Pemkot Manado tidak sesuai dengan hasil yang terlihat.

“Lihat saja saat hujan beberapa hari lalu, masih banyak genangan yang terlihat di pusat kota, padahal anggaran yang dipatok Pemerintah Kota Manado benar-benar luar biasa,” jelas Mait.

Stevi menambahkan anggaran sebesar 53 Miliar ini harus dipertanyakan kemana arahnya? Jangan sampai hanya sampai dikantong-kantong pemilik tender saja.

“Proyek IPAL ini bertujuan untuk mengatasi banjir dan genangan di Kota Manado. Tapi hingga saat ini masih banyak genangan disana-sini bahkan kota Manado belum sepenuhnya bebas dari banjir, untuk itu kami siap menindak tegas bilamana proyek tersebut terindikasi korupsi,” tandas dia. (risat)