Hasil Penyelidikan KY Menjadi Bahan Rencana (PK) Antasari

Jakarta – JP : Komisi Yudisial (KY) tengah menyelidiki adanya dugaan pelanggaran kode etik majelis hakim perkara terpidana pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Antasari Azhar.

Terkait hal tersebut anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari berpendapat, hasil penyelidikan KY bisa menjadi bahan untuk rencana upaya (PK) kasus Antasari.

“Hasil KY bisa jadi bahan PK, apalagi kalau KY menjabab ada pelanggaran, maka makin kuat untuk PK-nya,” kata Eva kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/4/).

Menurut, Eva, barang bukti yang sudah diungkap di pengadilan baik tingkat pertama hingga kasasi memang tidak dapat dijadikan bukti baru PK. Namun, hasil penyelidikan KY bisa memperkuat fakta hukum ada tidaknya rekayasa.

“Meskipun indikasinya tidak mengubah keputusan pengadilan, tapi KY bisa memfasilitasi dan dikaitkan dengan beberapa bukti yang tidak dipakai konsideran,” ujarnya.

Sebelumnya, tim kuasa hukum bersikukuh kasus kliennya merupakan hasil rekayasa. Rekayasa ini dikuatkan dengan sejumlah kejanggalan.

Kejanggalan itu di antaranya, pesan singkat (SMS) ancaman yang disebut dikirim Antasari ke telepon genggam Nasrudin Zulkarnaen. “Padahal keterangan ahli IT, Antasari tidak pernah menghubungi Nasrudin melalui SMS. Sementara HP Nasrudin saat dibawa ke persidangan sudah rusak, jadi tidak bisa diselidiki,” kata kuasa hukum Antasari, Maqdir Ismail.

Hakim juga mengabaikan keterangan ahli forensik dr Abdul Munim Idris yang menyebut ada kejanggalan pada jasad Nasrudin. Kepala Nasrudin sudah lebih dulu dijahit sebelum dilakukan autopsi.

Seperti diberitakan mantan Ketua KPK Antasari telah dijatuhi hukuman 18 tahun kurungan pada 11 Februari 2010 di Pengadilan Negeri Jak- Sel. Vonis ini diperkuat dengan putusan pengadilan tingkat tinggi dan kasasi. Antasari dinilai terbukti turut serta terlibat pembunuhan Nasrudin pada 14 Maret 2009.

LEAVE A REPLY