|

“Diduga Tender Marka Jalan Di Jasa Marga Purbaleunyi Berbau KKN”

 

Jakarta-JP: Wakil Sekjend, LSM Gerakan Terdepan Tindak  Pidana Korupsi (Garda Tipikor Indonesia) Rahcmadie menegaskan bahwa Panitia Pengadaan Jasa Pemborongan  PT. Jasa Marga Persero Tbk Cabang Purbaleunyi, telah melakukan pelanggaran dan pembohongan kepada publik dalam melaksanakan proses pelelangan Pekerjaan Pengecatan marka pada ruas jalan tol Padaleunyi dengan HPS  Rp 5.394.420.000,-  dan Jalan tol Ruas Cipularang dengan HPS Rp 3.066.089.712.-

Selanjutnya Pelanggaran  dimaksud adalah sesuai dokumen pelelangan, “seharusnya menetapkan Pemenang Panitia harus menguji material yang akan dipergunakan di laboratorium, namun sangat di sayangkan sebelum pelaksanaan pengujian material panitia terburu-buru telah mengumumkan  Penetapan Pemenang”, ujar Rahcmadie dalam keterangan Pers dikantor, sekretariat DPP Garda Tipikor Indonesia di jakarta (26/06).

Ia menambahkan untuk pekerjaan marka pada ruas  Cipularang  pemenang  pertama adalah  PT. Satria Marga Karya Persada dan pemenang kedua adalah PT. Jatigalih  Semesta, sedangkan untuk Ruas Padaleunyi ditetapkan pemenang tunggal  yaitu  PT. Sarma Raya Cipta.hal ini sempat kami pertanyakan kepada PT. Jasa Marga.Tbk  pada saat pertemuan dengan Tim Investigasi Garda Tipikor dengan panitia lelang dikantor PT.Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Bandung selasa (7/06) yang lalu, kemudian Panitia membatalkan Pengumuman Penetapan Pemenang  (27/05) juga diumumkan di papan pengumuman  PT.Jasa Marga Tbk Cabang Purbalenyi. Saat itu panitia mengakui pelanggaran tersebut karena khilaf, serta memberikan surat tangapan ke LSM Garda Tipikor Indonesia perihal laporan tentang indikasi KKN sesuai dengan no.surat.CH.TR01.0945 yang ditandatangani oleh Kepala Cabang PT.Jasa Marga.Tbk  (Hardjono Santoso).

Selanjutnya menurut Rahcmadie, indikasi KKN terlihat lebih jelas ketika panitia pengadaan mengirim surat (30/5) kepada para calon pemenang  peringkat pertama untuk melaksanakan test material cold plastik  (tanpa didampingi petugas JM) di Lembaga  Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Indonesia (LIPI) di Serpong.  Padahal sesuai dokumen pelelangan ditetapkan bahwa uji material dilaksanakan oleh pemenang lelang yang didampingi petugas PT.JM, teryata berdasarkan keterangan tertulis LIPI dengan no.595/IPT/02.06/KS/VI/2011 tertanggal 10 Juni 2011,yang ditujukan kepada Ketua Umum LSM Garda Tipikor Indonesia tentang Konfirmasi  Pengujian material Marka yang ditandatangani oleh Bidang Jasa Iptek,Dr.Agus Haryono. Menegaskan  dalam isi suratnya tersebut, Pusat Penelitian Kimia LIPI belum pernah menerima sampel uji dari PT.Jasa Marga(Persero) Cabang Purbaleunyi sampai dengan saat ini dan Dalam menyerahkan sempel tidak ada petugas Jasa Marga Dari Cabang Purbaleunyi yang bernama Bapak Ahmad Basuni. ”Sangat jelas sekali ada kejangalan didalam proses tender ini dan seharusnya PT.Jasa Marga membuat keputusan tender ulang, mengingat sarat sekali berbau kolusi antara pemenang tender dengan panitia lelang”, dan “Kejanggalan dalam tender ini sudah kami laporkan secara tertulis ke KPK RI serta ditembuskan ke Direksi PT. Jasa Marga Tbk Pusat untuk ditindak lanjuti “, ungkap Rahcmadie

Masih menurut Rahcmadie ternyata hasil uji material cold plastik  tersebut  diatas “TIDAK SESUAI”  dengan standart rujukan yang ada dalam dokumen pelelangan yang mengakibatkan seluruh penawaran akhirnya tidak  ada yang  memenuhi persyaratan untuk menjadi pemenang tender seperti yang telah ditentukan dalam dokumen (GUGUR). Sehingga Panitia mengirimkan surat  (16/6) kepada seluruh  peserta pelelangan tentang Pengumuman  Pelelangan Gagal dan akan dilakukan Penawaran Ulang atas pekerjaan tersebut, yang pelaksanaannya akan diberitahukan kepada para peserta pelelangan secara tertulis. Disini masih terlihat sekali adanya upaya oleh pihak panitia untuk memaksakan agar tender ini dilakukan penawaran ulang namun peserta pengikut lelang ini adalah perusahaan-perusahaan peserta lelang yang juga semuanya telah mengikuti pelelangan yang telah di gagalkan oleh panitia itu sendiri. ” Panitia selalu berdalih berpedoman dengan Dokumen Pelelangan tapi melanggar aturan-aturan dokumen pelelangan itu sendiri”, ujarnya.

Dari hasil pengamatan  di lapangan, Tim Investigasi Garda Tipikor Indonesia berpendapat bahwa  diduga telah terjadi indikasi KKN antara Panitia dan peserta Pelelangan yang akan mengakibatkan KERUGIAN NEGARA. ” Tindakan awal kami terhadap proses pelelangan yang telah berupaya mencegah terjadinya kerugian negara, bagaimana jadinya apabila Para pemenang yang sudah ditetapkan ternyata bekerja menggunakan material yang TIDAK LULUS pengujian dari Labortarium LIPI” ungkap Rahcmadie dengan nada meninggi.

“Oleh karena hal itu  untuk mencegah  terulangnya kembali  terjadinya indikasi KKN dalam proses pelelangan pekerjaan  ini dan  agar didapatkan hasil yang maksimal, maka PELELANGAN GAGAL ini harus dimulai dari awal (TENDER ULANG) dengan Panitia Pengadaan Jasa pemborongan yang ahli  dan Peserta Pelelangan yang baru”.tegas Rahcmadie

Menurut Iwan Setiawan humas PT.Jasa Marga Tbk. Cabang Purbaleunyi  dalam wawancaranya di kantor PT.Jasa Marga.  Mengatakan pada Jurnal Patroli (23/06) ” pihak kami mengakui adanya kesalahan dalam tender Marka yang telah digagalkan saat ini berdasarkan informasi yang diberikan oleh LSM Garda Tipikor Indonesia dan meminta maaf atas kelalaian yang dilakukan pihak panitia lelang  serta telah melakukan teguran dan tindakan langsung pada karyawan kami yang bernama Ahmad Basuni (bukan bagian panitia lelang) telah mendapatkan SP dari pimpinan PT.Jasa Marga Tbk. Cabang purbaleunyi yang mana telah menyalahi wewenang  jabatannya karena ikut serta mencampuri urusan panitia lelang”. tegasnya.  (herwan).

Short URL: http://jurnalpatrolinews.com/?p=5688

Posted by on Jun 26 2011. Filed under HEADLINE, Korupsi. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

2 Comments for ““Diduga Tender Marka Jalan Di Jasa Marga Purbaleunyi Berbau KKN””

  1. Ah, itu sih biasa, kalo yang kalah tender suka begitu, pake segala cara buat gagalin yang menang. LSM juga kalo dikasih duit mah diem.

  2. Mana bisa korupsi diberantas di Indonesia….?

Leave a Reply

Iklan

Recently Commented

  • Mata elang: setiap kali mereka berulah : 1.jika sbg saksi setelah di periksa awal pasti besok nya mereka lari dgn...
  • BANSA ANGKOTASAN, SH: Isinya g ada tantangan lgsung dr JK terhdp Prabowo soal baca Al Qur’an, koq judulnya mlh...
  • fariel ey: ini baru ungkapan seorang yang berwawasan luas , bijaksana dan tegas . salam salut buat Panglima TNI. saya...
  • insan kesuma: TOP, my old friend…hoping to be the winner salam insan KAI 081323941339
  • BAHRUL ULUM: maju terus bung anies…..jangan terpengaruh pernyataan fadli zon yg sombong, itu mulut sering...
  • rohmat: Jangan mencari-cari kesalahan orang lain. Silahkan Pilih Jokowi atau Prabowo monggo saja. bebas bro. Kalau...
  • Nurie Ahmad: Cui@ yang pasih saja masih berdusta. Bagaimana dengang yg tdk bisa membaca Al Qur’an? Apa tdk...
  • masimam: Riyanto alangkah dangkalnya pemikiran kamu, seberapa baikkah durimu?????