|

Direktur PT Muse Indonesia Jimmy Sumitro, Terancam Kurungan 5 Tahun Penjara.

Jakarta-JP : Jimmy Sumitro, Direktur PT Muse Indonesia terancam menginap di “Hotel Prodeo”  selama lima tahun. Jimmy dituduh JPU melanggar UU Perindustrian, UU Perlindungan Konsumen dan UU Telekomunikasi. Namun, mulai dari penyidikan Polisi hingga kasusnya di proses di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, terdakwa tidak ditahan. Padahal, pada kasus yang sama yang dialami  Wiwi Siswanto,  alumni ITB, diganjar hukuman 6 bulan kurungan dan langsung dipenjarakan.

Riswadi, salah satu pengamat hukum di Jakarta, mengatakan, “Anehlah, jika dibandingkan dengan kasus-kasus di PN Jakarta Pusat, si Jimmy itu sudah terlalu enak. Mulai dari penyidik hingga ditangani majelis hakim, kelihatannya para penegak hukum sudah berpihak kepada terdakwa Jimmy”. “Kendati demikian, saya meminta kepada majelis hakim untuk dapat menahan terdakwa, dengan alasan, siapa yang dapat menjamin bila terdakwa tidak akan mengulangi perbuatanya, atau tidak akan kabur”,  lanjutnya.

Oleh karena itu, tambah Riswadi, ia meminta Satgas Mafia Hukum agar turut mengawasi proses persidangan tersebut. “Untuk mengantisipasi adanya dugaan suap kepada hakim, saya minta Satgas Mafia Hukum turut serta mengawasi jalannya sidang. Sebab, tidak menutup kemungkinan majelis hakim yang menangani perkara itu sudah di incar KPK,” ujarnya.

Kasus yang membelit terdakwa Jimmy Sumitro bin Petrus Ong ini adalah atas tuduhan penuntut umum memproduksi, merakit dan memperdagangkan ribuan handphone merk Q-Zone dan merk Muse berbagai type dan jenis tanpa dilengkapi buku petunjuk (manual book) berbahasa Indonesia, garansi dan sertifikasi pendaftarana dari departemen perdagangan kepada para pembeli dan konsumen.

Sementara PT Muse Indonesia milik terdakwa mengerjakan perakitan, mengemas dan memperdagangkan barang-barang itu sejak didirikan terdakwa pada tahun 2008 yang silam. “Hingga sekarang masih berproduksi walau tidak mempunyai izin usaha industry, terdakwa juga tidak pernah melaporkan informal industry secara berkala mengenai kegiatan dan hasil produksinya,” kata JPU di depan majelis hakim yang diketuai Yulisar dengan anggota Muzaini Achmad dan Ajidinnor. (SLI_SS)

Short URL: http://jurnalpatrolinews.com/?p=6629

Posted by on Jul 13 2011. Filed under HEADLINE, Nasional. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Facebook Like Box



Garda Tipikor Indonesia

Adsense Indonesia

Majalah Jurnal Patroli

Promix Herbal

Recently Commented

  • Arylla: Semoga pelakunya cepat ketangkap….hidupnya tidak akan pernah tenang sampai akhir hayatnya. Go to hell
  • zubaedi: Pak polisi..rutr cikijing-panawangan-rancah hingga banjar ada patroli rutin tidak pak..di siang hari juga sy...
  • Reni: info terakhir yang sy terima, pelaku sudah ditangkap tapi sudah dibebaskan dengan uang jaminan, begitulah hukum...
  • Roos: Setuju mba Arylla, saya juga kena 15,6 juta di booth GLC Cibubur junction, hubungi saya di 0877 8800 1991
  • Roos: Saya juga korban booth GLC Cibubur Junction, sudah bayar 15,6 juta, kaget juga tenyata keinginan u les berdua...
  • M. Hani abdillah: Sama saya juga kena di penvil. Saya bayarin ketiga anak saya eh baru 2 bulan tutup karena masalah...
  • atha: Saya korban booth GLC di cibubur junction. Bukti pembayaran masih ada. Masih mungkin gak sih uakitpembayaran...
  • mama Vinna: saya daftar di Tangcity untuk 2 orang 9,6 jt les selama 1 th. Tempat les nya aja lom di datengin di Mall...