|

Kasum TNI : Peraih Adhi Makayasa Jangan Sombong

Puspen TNI-JP : ”Yang mendapatkan (penghargaan) Adhi Makayasa, di masa yang akan datang jangan sombong, karena di (TNI) Angkatan Darat, dari hampir 30-an Kasad hanya baru dua orang (peraih) Adhi Makayasa yang menjadi Kasad (sehingga) yang tidak mendapat Adhi Makayasa jangan kecil hati”, demikian ditegaskan oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan Jenderal TNI J. Suryo Prabowo sewaktu memberikan pembekalan kepada 635 orang Calon Perwira Remaja (Capaja) abituren Akmil, AAL dan AAU di Gedung Graha Sabang Merauke (GSM) Akademi Angkatan Udara, Yogyakarta, Senin petang (11/07).

Dalam kesempatan tersebut, Kasum TNI menyampaikan berbagai wejangan kepada Capaja TNI yang akan diambil sumpah dan dilantik menjadi Perwira TNI pada tanggal 14 Juli 2011. Salah satu inti pembekalan Kasum TNI yaitu terkait dengan Pancasila dan keberagaman Indonesia, dimana kedua hal tersebut sejatinya merupakan kekuatan dan keunggulan bangsa Indonesia dibanding bangsa-bangsa lainnya di dunia sehingga merupakan tanggung jawab seluruh prajurit TNI, termasuk Capaja untuk selalu membela dan menegakkan Pancasila dan menghormati keberagaman bangsa Indonesia dan mampu menciptakan harmoni dalam keberagaman tersebut.
Mengakhiri pembekalannya, Kasum TNI memberikan tanda mata kepada para Capaja yang berprestasi dan yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Jenderal Bintang Tiga lulusan terbaik Akmil tahun 1976 ini.
Usai menerima pembekalan dari Kasum TNI, di tempat yang sama berturut-turut Capaja TNI juga menerima pembekalan dari Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI Marsekal Muda (Marsda) TNI Sru A. Andreas dan Kapusbintal TNI Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Maksum Amin. Dalam sambutannya, Danjen Akademi TNI menyampaikan bahwa setelah Capaja TNI diambil sumpahnya dan dilantik menjadi Perwira TNI, bukan berarti perjuangan sudah selesai. Justru sebaliknya, pengabdian kepada bangsa dan negara baru akan dimulai. Oleh karena itu, setelah menjadi Perwira TNI segera lakukan penyesuaian diri dengan lingkungan yang baru, kenali tugas pokok, fungsi dan tanggungjawab yang diembankan serta banyak belajar dan bertanya kepada para senior.
Sementara dalam sesi pembekalan terakhir, Kapusbintal TNI menyampaikan bahwa menjadi prajurit TNI adalah profesi yang dipilih secara sukarela sehingga keliru kalau setelah menjadi Perwira TNI malah mementingkan atau menuntut hak daripada kewajiban pengabdian yang harus dilaksanakan. Oleh karena itu, Brigjen TNI Maksum berpesan supaya para Capaja TNI memperbaiki, meluruskan dan memperkuat niat agar apa yang akan dijalani setelah menjadi Perwira TNI memiliki nilai ibadah sehingga mendapatkan manfaat di dunia maupun akhirat kelak.
Authentikasi :
Kabid Penerangan Praspa TNI Tahun 2011, Kolonel Adm Bejo Suprapto, ST

Short URL: http://jurnalpatrolinews.com/?p=6607

Posted by on Jul 13 2011. Filed under Puspen TNI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Iklan

Recently Commented

  • Lembaga Study Kebijakan Publik (eLSKaP): Wah ! Rupa2nya nelayan di kawasan perbatasan dipersenjatai.
  • Cara mengatasi ketombe: Salam Kenal dari kami, senang bisa mengunjungi situs anda
  • Sunaryo: Setelah Sekian Lama Saya Mengenal Dunia Permainan Togel.Baru Kali ini Saya Brhasil Tembus Empat Angka...
  • Aini: Mahal sangat harga tiket asingnya!. Pernah melawat banyak negara di dunia tapi tak seperti cara Indonesia...
  • Cara mengatasi ketombe: Makasih banyak atas informasi yang diberikan. Sukses terus yah.
  • wandi juda ranggi: Salaam Pak/Mbak, Apa bisa nolong saya untuk mendapakan email address kantor klenteng Sam poo Kong...
  • Rumah kayu: Sudah seharusnya TNI bersikap profesional seperti kata Jenderal TNI Dr. Moeldoko. Jangan terpengaruh...
  • Rumah kayu: Yaa memang kalau bisa sebaiknya dilelang saja supaya yang menjabat itu benar-benar orang yang profesional...