|

Jabatan Kapusjianstra TNI di Serah Terimakan

JURNALPATROLI-TNI : Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., menerima laporan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Pusat Pengkajian Strategis (Kapusjianstra) TNIdari  pejabat lama Brigjen TNI Junias Lumban Tobing kepada pejabat baru Kolonel Inf Asep Subarkah Yusuf, bertempat di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Senin (25/6).  Brigjen TNI Junias Lumban Tobing, selanjutnya menjadi Pati Mabes TNI AD dalam rangka memasuki masa pensiun sedangkan Kolonel Inf Asep Subarkah Yusuf, jabatan sebelumnya Pamen Ahli Gol. IV Kopassus Bid. Pendidikan dan Latihan.
Dalam amanatnya Panglima TNI mengatakan, TNI sebagai institusi negara, dari hari ke hari akan terus dihadapkan kepada tantangan tugas yang membentang dan tidak semakin ringan. Hal tersebut tampak dari perkembangan lingkungan strategis yang bergerak demikian pesat dan cepat. Disadari bahwa disamping agenda global versi lama, seperti demokratisasi, hak asasi manusia, lingkungan hidup dan pasar bebas yang belum dapat direspons dan diadaptasikan sepenuhnya, telah muncul agenda global versi baru, berupa terorisme  internasional, pemanasan global, krisis energi, kelangkaan pangan, masalah keamanan dan lain-lain.
Ditengah situasi global seperti itu, dilema “Perang dan damai” justru semakin mendalam, terutama dalam lingkup regional.  Putaran dinamika global yang semakin sulit diprediksi dan sangat mengandalkan sumber daya energi, telah memaksa setiap negara untuk menata ulang kepentingan nasionalnya. Dalam konteks energi, kendatipun yang tampak di permukaan adalah berwajah ekonomi, namun di garis  belakang setiap negara cenderung menyiapkan “Perangkat pengamanan”, termasuk didalamnya “Mesin militer” guna menjamin dan mempertahankan sumber energi sebagai ladang ekonomi negara.
Lebih jauh Panglima TNI mengatakan, modernisasi kekuatan pertahanan maritim di sekitar Laut China Selatan, khususnya Vietnam dan Philipina, merupakan upaya negara-negara yang berkepentingan untuk mengamankan kepentingannya masing-masing di perairan tersebut. Dalam perspektif keamanan nasional Indonesia, eskalasi sengketa Laut China Selatan akan berimplikasi pada perlunya upaya penguatan pertahanan Indonesia dan gelar operasi TNI, dalam rangka meminimalisasi spill over yang muncul dan mengamankan berbagai obyek vital yang terletak di zona ekonomi eksklusif Indonesia.
Dalam kaitan situasi di kawasan Timur Tengah dan Mediterania, telah menunjukkan akan pentingnya Pusjianstra TNI untuk dapat melahirkan ketajaman analisa dan komprehensifitas kajian, khususnya kajian perkembangan kawasan Laut China Selatan, sebagai bahan dalam menyusun strategi atau skenario-skenario parsial, guna melaksanakan pengamanan obyek vital nasional di kawasan Natuna. Demikian juga kemungkinan perlunya kajian strategis kontijensi perlindungan masyarakat Indonesia di luar negeri, dalam konteks tugas pokok TNI “Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara”, dihadapkan kepada kemungkinan pecahnya perang besar di kawasan Timur Tengah dan Mediterania.
Di akhir amanatnya, Panglima TNI mengatakan bahwa jabatan sejatinya adalah kepercayaan, sekaligus “Amanah”, yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan organisasi, bangsa dan negara, serta Tuhan Yang Maha Esa. Sertijab dihadiri oleh  para Asisten Panglima TNI, Kabalakpus TNI dan Kapuspen TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul, S.E., serta sejumlah pejabat di lingkungan Mabes TNI.

Short URL: http://jurnalpatrolinews.com/?p=25012

Posted by on Jun 25 2012. Filed under Gallery Photo, Puspen TNI. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Iklan

Recently Commented

  • rocano: kaka kurang tepat, lulung itu tidak berbahaya, lulung itu liar, sama seperti hewan liar lainnya, asal ketemu...
  • istiantoro: segera sajalah laksanakan eksekusi supaya mereka tidak perlu lagi berbacot bacot. Berapa banyak korban...
  • gestun bandung: imlek 2566
  • om biak: Pak Victor mungkin kurang paham maaf,moratorium kan penghentian sementara kapal diatas 30 GT menangkap ikan...
  • no name: Katanya rumah sakit siti hajar ada 7-S. Tapi perawat seniornya ada yg kasar, emang bener. Lebih baik 7-S nya...
  • Kang Harry: Tipe Pemimpin Seperti Apakah Presiden KIta ? Indikator atau cara utk mengetahui parameter dari seorang...
  • Kang Harry: Petruk dadi Gareng. Eling lan waspodo, wis ceda goro2..
  • PakDheEr: Perlu antibiotik kuat agar kuman penyakit mati…..!