|

Kader Partai NasDem Karo Mundur, KTA Dan Atribut Dibakar

NasDemJakarta JP - Ribuan kader partai Nasional demokrat (NasDem) Kabupaten Karo, Sumatera Utara memilih mengundurkan diri  dari keangootaannya.

Aksi pengunduran diri yang diperlihatkan para kader Partai NasDem kali ini dengan melakukan pembakaran kartu anggota, atribut dan lambang partai. Alasan utamanya adalah ideologi partai yang dibangun sejak awal sudah tidak sejalan lagi dengan munculnya berbagai kebijakan kontraproduktif.

“Saya lebih baik memilih mundur daripada saya bertahan di Partai NasDem namun nurani saya terbelenggu,” kata Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Karo Jhon Karya Sukatendel dalam siaran persnya, Minggu(24/2).

Selain Jhon Karya Sukatendel Wakil Sekretaris Genggeng Sitepu, Mulina Sari Br Manik, Raja Ngayak Barus dan Bendahara Magdalena Br Sukatendel serta Wakil Bendahara, Ida Magdalena Br Sibagariang juga ikut keluar.

Selanjutnya, Ketua Dewan Pakar, Kris Milala dan Jidin Sembiring, Ketua Garda Pemuda, Yusman Milala dan Sekretaris Garda Pemuda, Usaha Sebayang. Penasehat, Tuah Bastari Barus dan Julia Maharani Br Bukit.

Pengunduran diri ini akan diikuti pengunduran secara bersama-sama dengan sekitar 10 ribuan kader dan simpatisan Partai NasDem Kabupaten Karo.

“Terhitung mulai hari ini, pukul 14.00 WIB bertempat di kantor Irfa FM, saya mengundurkan diri dari keanggotaan Partai NasDem,” kata Jhon Karya.

Dalam pernyataan sikapnya yang ditandatangani di atas kertas bermaterai Rp 6.000, Jhon Karya dan Kris Milala menilai Partai NasDem sudah tidak lagi sejalan dengan prinsip awal partai yang mengusung gerakan perubahan dan restorasi itu.

“Sudah tidak ada lagi restorasi, tidak ada lagi “rumah” gerakan perubahan di Partai NasDem. Sudah tidak ada lagi idealisme politik, gagasan. Yang ada hanyalah politik kepentingan dan politik transaksional,” ujar Jhon.

Masuknya pengurus-pengurus baru yang disisipkan, pada posisi-posisi penting telah berdampak pada perampasan hak-hak konstitusi pengurus yang sudah berkeringat membesarkan partai.

“Padahal kami telah nyata-nyata membuktikan pengorbanan pikiran, waktu, tenaga, materi bahkan keluarga untuk meloloskan Partai NasDem sebagai salah satu partai baru peserta Pemilu 2014,” katanya.

Di sisi lain, menurut Jhon tidak ada demokrasi di Partai NasDem. Yang ada adalah pembiaran dan adu domba yang memancing kekisruhan dan rasa saling curiga sesama pengurus dan kader partai. “Sebelum nanti rakyat memarahi kami, lebih bagus sekarang kami mengundurkan diri, ujar Jhon Karya.(mm/tb/ips)

Short URL: http://jurnalpatrolinews.com/?p=37591

Posted by on Feb 24 2013. Filed under HEADLINE, Nasional, Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Iklan

Recently Commented

  • Dika: jika ada dikotomi seperti itu, justru akan memperuncing perbedaan sebagai masalah bukannya perbedaan menjadi...
  • Let.Kol Pratomo Adiatmodjo: HATI HATI DENGAN PENIPU http://www.kutaikartanegara.co m/forum/viewtopic.php?p=260...
  • harga daihatsu xenia 2014: Jangan berhenti untuk terus berkarya, semoga kesuksesan senantiasa menyertai kita semua....
  • fitrah: bangga jadi orang bonerate, i miss u kampung halamanq.. heheh
  • bagus meong: yang benar????? jgn munafik deh bro. kau sendiri apa??? jgn suka komen org lain. bercermin saja dulu ya...
  • mobil sport 2014: Jangan berhenti untuk terus berkarya, semoga kesuksesan senantiasa menyertai kita semua. keep...
  • Dika: sungguh heran sekali saat ini banyak sekali masih caleg yang melakukan hal tersebut
  • Sinta: Lawan terus politik uang dan korupsi