|

KPU Sumut Tolak Hasil Hitung Cepat Effendi-Gatot

Calon Pimpinan SumutJurnalpatrolinews-Medan : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatra Utara menolak hasil penghitungan cepat yang dilakukan calon gubernur Effendi Simbolon dan Gatot Pujo Nugroho.

“Kami tegaskan, KPU Provinsi tidak terpengaruh pada hasil pada quick count,” ujarnya.
Ketika dipertanyakan tentang adanya pasangan cagub dan cawagub yang mengadakan konferensi pers setelah dianggap menang melalui penghitungan cepat, Ia mengaku tidak dapat mengomentari lebih lanjut. “Itu hak pasangan calon,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengisyaratkan jika proses penghitungan cepat tersebut yang menjadi patokan, maka sama artinya tidak menghargai kerja keras KPU selaku penyelenggara pilkada.
“Kerja kami selama delapan hari dikalahkan quick count yang dilakukan 24 jam. Itu tidak sebanding,” katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa pemenang dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur tersebut hanya ditentukan melalui rekapitulasi secara manual atas hasil penghitungan dari kabupaten/kota yang dilakukan pada 14-15 Maret mendatang.
Untuk itu, pihaknya telah menginstruksikan seluruh KPU kabupaten/kota, PPK, PPS untuk menjaga kemurnian seluruh dokumen penghitungan suara guna mencegah kemungkinan dimanfaatkan untuk kecurangan.
“Kecurangan itu yang dapat memunculkan hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Menurut catatan, Pilkada Sumut diikuti lima pasangan yakni mantan Dirut Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu yang berpasangan dengan Wakil Bupati Serdang Bedagai Soekirman (nomor urut 1).
Berikutnya, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Effendi Simbolon yang berpasangan dengan mantan anggota KPU Jumiran Abdi (nomor urut 2).
Setelah itu, mantan Kajati Sumut yang juga anggota DPR RI dari Partai Golkar Chairuman Harahap yang berpasangan Fadly Nurzal yang juga Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan Sumut (nomor urut 3).
Selanjutnya, Bupati Deli Serdang Amri Tambunan yang berpasangan dengan mantan Sekretaris Daerah Pemprov Sumut RE Nainggolan (nomor urut 4).
Untuk pasangan nomor urut 5 adalah Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho yang berpasangan dengan Bupati Serdang Bedagai HT Erry Nuradi.
Dalam penghitungan cepat yang ditayangkan, disebutkan pasangan Gatot Pujo Nugroho dan Erry Nuradi menjadi pemenang dengan persentase sekitar 32 persen.

Menurut KPU, hasil penghitungan resmi akan diumumkan pada 15 Maret mendatang.

Komisioner KPU Sumut Bidang Hukum Surya Perdana di Medan, menyatakan, setiap pasangan calon boleh saja melakukan penghitungan suara, dan mengklaim peraih suara terbesar.

Namun, hasil resmi tetap dari penghitungan KPU Sumut yang akan diumumkan pada 15 Maret mendatang pada rapat pleno terbuka.

Saat ini, ujar Surya, penghitungan suara masih berada di tingkat kecamatan atau PPK. Setelah itu seluruh hasil rekapitulasi di 33 kabupaten kota akan dikirim ke KPU Sumut.

Surya menegaskan KPU Sumut siap menghadapi gugatan hasil pilkada, jika ada pasangan calon yang tidak puas atau merasa tercurangi dari hasil penghitungan suara.

Short URL: http://jurnalpatrolinews.com/?p=38672

Posted by on Mar 12 2013. Filed under HEADLINE, Nasional, Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Garda Tipikor Indonesia

Majalah Jurnal Patroli

Promix Herbal

Recently Commented

  • Reni: kalo mau lapor, kita bareng2 biar kapok itu orang
  • puput: Saya sudh benar” kapok dgn hal” yg seperti ini …
  • novita: bgmn caranya kita laporkan org ini supaya tdk ada yg tertipu lagi?
  • novita: saya sdh mendaftar di global bhs cibubur. dgn membayar 7.2jt. dijanjikan : - placement test - native speaker...
  • alim: Saat ini GLC, buka di Daan Mogot Baru, dan gw juga kena tipu, karena tiap kursus jamnya tidak sesuai semua,...
  • mira: Fenty terdaftar di Direktorat Pembinaan Kursus & Pelatihan Kementerian Pendidikan Nasional website:...
  • Reni: nih data owner : Fenty Reekla Firdaus Sugama Alamat : Pondok Ranggon RT.008/04 Cipayung Jakarta Timur, DKI...
  • Reni: saya juga korban GLC, sy daftar tgl 5 Feb 2015 bayar 4,9 juta untuk kursus 6 bulan per tgl 15 maret di gajah...