|

Kabel Listrik Ilegal Digerebek, Omsetnya 15.000 Meter Per Hari

Kabel ilegalJakarta JP - Industri rumah tangga yang memeroduksi kabel listrik ilegal dan tak sesuai SNI digerebek aparat Subdit Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan industri rumahan itu sudah tiga tahun lalu beroperasi, dan kerap memasarkan kabel listrik ke Pulau Jawa dan luar Jawa.

“Tersangkanya satu orang, bernama Donny Gani. Dia pemilik home industry CV Minara Perkara di Jalan Raya Prancis Blok B No 8A, Taman Dadap Indah Tangerang. Home industry ini juga tidak berizin,” ungkap Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Kamis (4/4).

Per hari, home industry tersebut menghasilkan 15.000 meter kabel. Produksi kabel listrik ilegal itu memicu terjadinya kebakaran. Barang bukti yang disita di antaranya berkarung-kasung kabel listrik yang tidak sesuai standar SNI.

Tersangka akan dikenakan UU Perlindungan Konsumen dan UU Perindustrian, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara dan denda RP 200 miliar. (edu/lily)

Short URL: http://jurnalpatrolinews.com/?p=39999

Posted by on Apr 4 2013. Filed under Bisnis, Hukum, Metro. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Iklan

Recently Commented

  • PakDheEr: Perlu antibiotik kuat agar kuman penyakit mati…..!
  • PakDheEr: Komentar yang kekakek-kakekan……& #8230;!
  • semay cpm.sigit: Berjunang dan semangat untuk kita semua dan untuk kita semu Selamat betugas…….salam...
  • Harry: Selamatkan KPK !!! Sampai detik ini KPK baru sebatas menetapkan budi gunawan sbg Tersangka, tapi Polri sdh...
  • Rasyid Napit: “Hak Asasi Manusia dan demokrasi adalah kosong tanpa warga yang terus-menerus menghidupinya”. “...
  • ditasari: jika anda butuh angka ghoib/ritual/2d 3d 4d sgp/hkg/malaysia/toto magnum/dijamin 100%tembus silahkan...
  • IBU, ATY: Kami sekeluarga ingin megucapkang banyak terimah kasih kepada MBAH RIJI karna angka yang MBAH,berikan...
  • Lembaga Study Kebijakan Publik (eLSKaP): Wah ! Rupa2nya nelayan di kawasan perbatasan dipersenjatai.