Fadli Zon “Jelaskan Bahwa Prabowo Tidak Terlibat Pelanggaran HAM”

Fadli Zon "Jelaskan Bahwa Prabowo Tidak Terlibat Pelanggaran HAM"Jurnalpatrolinews.com-Jakarta : Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menanggapi santai isu pelanggaran HAM yang selalu dikaitkan dengan capresnya Prabowo Subianto . Menurut dia, jelas bahwa Prabowo tidak terlibat pelanggaran HAM dan penculikan aktivis mahasiswa seperti yang dituduhkan.

Fadli mengatakan isu HAM sangat penting untuk diperjuangkan sehingga masuk dalam konsen Gerindra nanti ketika memerintah. Namun dia mengecam jika isu HAM dijadikan komoditi jelang pilpres ini.

“Sudah jelas isu HAM adalah isu yang sangat penting, tapi jangan HAM ini dijadikan alat politik atau komoditas politik, saya menilai ini hanya jadi alat politik saja, bukan satu komitmen betul-betul untuk menegakkan HAM,” kata Fadli  di Jakarta, Minggu (4/5).

Sebelumnya Nama Prabowo dianggap sebagi ‘monster’ menakutkan. Entah dari mana sumbernya, warga masyarakat keturunan Tionghoa selalu mendapat cerita negatif tentang Prabowo. Bahwa Prabowo adalah tokoh di balik Tragedi Mei 1998. Untuk menambah seram, cerita ini lalu dibumbui dengan kisah horor pemerkosaan dan pembunuhan terhadap wanita-wanita keturunan Tionghoa.

Menanggapi hal ini Fadli Zin menjawab tuduhan yang selama ini membelit Prabowo adalah tidak benar.  Fadli Zon tantang buktikan Bahwa Prabowo adalah tokoh di balik Tragedi Mei 1998 dan menculik dan melanggar HAM

“Sekarang ini seolah dituduhkan ke Pak Prabowo itu fitnah. Pak Prabowo tidak terlibat dan ini sudah kami sampaikan di tahun 1999. Ini isu kusam, didaur ulang lagi isunya, padahal sudah selesai, Pak Prabowo tidak ada apa-apa ini. Apalagi peristiwa Mei,” tegas dia.

Fadli bahkan menuding sejumlah LSM bidang penegak HAM dibayar lawan politik untuk menjatuhkan Prabowo jelang pilpres.

“Isu dibuat lawan politik, dipesan terhadap teman-teman LSM, mereka pesanan, kalau mereka punya bukti ajukan saja, enggak ada ketakutan kami,” pungkasnya.

Ditempet berbeda Mantan Ketua Komnas HAM Abdul Hakim Garuda Nusantara Calon presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto pernah mangkir ketika dipanggil Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Komnas HAM ketika itu tengah melakukan penyelidikan mengenai dugaan keterlibatan Prabowo terkait hilangnya sejumlah aktivis pada 1998 dan kerusuhan pada saat tumbangnya rezim orde baru.

“Pada saat hendak dilakukan penyelidikan, Prabowo tidak datang ketika dipanggil ke Komnas HAM,” ujar  Abdul Hakim Garuda Nusantara kepada media di Lhokseumawe, Aceh, Minggu, 4 Mei 2014.

Abdul yang menjabat Ketua Komnas HAM periode 2002-2007 mengatakan pemeriksaan dilakukan pada 2005 hingga 2006. Selain Prabowo, juga ada pendiri Partai Hati Nurani Rakyat,  Wiranto, yang juga tidak hadir ke Komnas HAM.

Kedua mantan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia tersebut dilaporkan telah melakukan pelanggaran HAM pada saat terjadi kerusuhan Mei 1998 serta hilangnya sejumlah aktivis. Prabowo ketika itu menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat dan Wiranto adalah Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Menurut Abdul, Komnas HAM memanggil mereka berdua untuk dimintai keterangan terkait dugaan keterlibatan para mantan perwira tinggi TNI dalam kedua kasus tersebut. “Saya tidak mengatakan bersalah. Tapi kenapa mereka tidak datang,” katanya.

Abdul mengatakan, kasus tersebut telah dilimpahkan oleh Komnas HAM kepada Mahkamah Agung.  “Terhenti di MA. Karena MA mengatakan ini kasus lama dan harus ada persetujuan dari DPR. Sementara DPR mengatakan tidak perlu ada persetujuan. Jadi saling lempar bola,” ujarnya.

LEAVE A REPLY