Pasar Tumpah Pondok Gede Kumuh, Tampaknya Luput Dari Pantauan Pemkot Bekasi

Pasar Pondok Gede Bekasi
Pasar Pondok Gede Bekasi

JP, BEKASI : Pasar tumpah Pondok Gede nyaris luput dari perhatian Pemerintahan Kota Bekasi. Pasalnya pasar yang beralamat di Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede itu, terlihat kumuh dan semrawut.

Kesemrawut pasar, terlihat oleh pemandangan sampah yang berserakan dikiri kanan jalan. Ditambah lalu lintas yang tidak tertib bahkan tidak beraturan. Parkir liar dikiri kanan jalan juga ikut menambah sempit jalan raya. Akibatnya warga sekitar harus setiap hari mencium bau yang tidak sedap dan setiap hari warga merasakan kemacetan parah sepanjang jalur pasar.

Menurut pantauan JP, pasar tumpah yang sudah berpuluhan tahun itu terpantau sangat ramai pengunjung. Hanya saja terkesan tidak ada perhatian pemerintahan. Sehingga terlihat kumuh dan tidak beraturan. Akibatnya  warga setempat selain terganggu akibat sampah, pemakaian bahu jalan oleh para pedagang juga  mengakibatkan jalan Jatiwaringin-Pondok Gede selalu mengalami kemacetan parah setiap hari.

Ironisnya, pasar yang sangat kumuh ini berada di depan kantor Muspika Kecamatan Pondok Gede. Yakni, berada didepan Kantor Camat, Kantor Koramil, Kantor Polsek dan didepan Kantor Puskemas Pondok Gede.Tak hanya semrawut dan kumuh, berdasarkan keterangan pihak PLN, para pedagang yang berjualan disana hampir rata-rata mencuri daya listrik PLN.

Menurut petugas PLN mereka pernah melakukan oprasi pemutusan listrik disana, namun, pedagang selalu membandel. Akibat ulah para pedagang ini, negara sangat dirugikan. “Kami pernah memutus aliran listrik disana, namun, setelah kami putus, gak lama mereka pasang lagi pak,” ujar pegawai PLN yang enggan namanya disebut.

Bahkan menurutnya, petugas PLN hingga kini tidak bisa berbuat apa-apa lantaran mereka merasa diintimidasi oleh aparat yang membekingi sejumlah pedagang itu. Tak hanya aparat, menurut dia kelompok Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) juga ikut membekingi pedagang  dan mengintimidasi mereka. “Selain aparat ada Ormas juga disana yang ikut membekingi mereka (Pedagang, red),” ungkapnya.

LEAVE A REPLY