‘Perang Saudara’ Sistem Kekebalan Tubuh Dapat Melawan Penyakit

Sel-T (berwarna jingga) sedang menyerang target
Sel-T (berwarna jingga) sedang menyerang target

Jurnalpatrolinews – Sistem kekebalan tubuh dapat dilatih untuk menyerang dirinya sendiri untuk melawan penyakit autoimun yang mematikan, menurut penelitian yang dilakukan terhadap binatang.

Para peneliti asal Amerika Serikat merawat Pemphigus vulgaris pada tikus dengan melakukan ‘perang saudara’ di sistem kekebalan tubuh, dan berkata pendekatan ini dapat bekerja di manusia.

Para ahli mengatakan bahwa pengobatan ini, yang dipublikasikan di jurnal ilmiah, kreatif dan berhasil dan mereka “menyukainya”.

Penyakit autoimun disebabkan oleh sistem pertahanan tubuh yang berubah menjadi jahat dan kemudian menyerang jaringan yang sehat.

Pada Pemphigus vulgaris, sebagian sel-B memproduksi antibodi yang menyerang jaringan yang merekatkan sel-sel kulit.

Hasilnya adalah kulit yang melepuh begitupun lapisan mulut, tenggorokan dan alat kelamin. Ini dapat berakibat fatal.

Penyakit ini dapat ditangani dengan menggunakan obat-obatan yang meredakan seluruh sistem kekebalan tubuh, namun hal ini bisa membuat pasien lebih rentan infeksi.

Melawan api dengan api

Menggunakan sistem kekebalan tubuh sebagai senjata untuk melawan penyakit ini telah berhasil dengan baik dalam pengobatan kanker.

Satu pendekatan adalah dengan membangun kembali sel-T, yang biasanya bertugas merusak sel-sel terinfeksi, untuk sebaliknya menyerang sel-sel kanker.

Di satu penelitian menggunakan sel-T yang dimodifikasi ini, 90% pasien leukemia yang sudah parah mendapati kondisi mereka lebih baik.

Para peneliti Universitas Pennsylvania memperbaiki teknik ini untuk mengganti target sel-T sehingga menyerang hanya bagian sistem kekebalan yang menyebabkan Pemphigus vulgaris.

Percobaan pada tikus menunjukkan pelepuhan dapat dicegah, tanpa dampak lain yang muncul di sistem kekebalan tubuh.

Kulit melepuh salah satu indikasi Pemphigus vulgaris
Kulit melepuh salah satu indikasi Pemphigus vulgaris

‘Sangat menyenangkan’

Salah satu peneliti, asisten profesor Michael Milone, berkata ke situs BBC News: “Saya pikir ini adalah waktu yang sangat menyenangkan; kami memiliki alat untuk memanipulasi kekebalan tubuh yang belum pernah dimiliki sebelumnya.

“Imunoterapi mengubah perawatan kanker, dan kita masih di tahap awal autoimunitas.”

Meskipun demikian, penyakit-penyakit autoimun lainnya seperti lupus, tipe-1 diabetes dan multiple sclerosis memiliki penyebab yang rumit dan tidak dapat ditangani dengan mudah.

Rekan professor Aimee Payne berkata terapi mungkin bisa bekerja pada manusia, namun harus dilakukan lebih banyak penelitian di binatang terlebih dahulu.

Dia berkata: “Di titik ini, kami telah menunjukkan data yang sama dengan rekan-rekan kami yang mencoba pada penyakit kanker,” namun menambahkan kekhawatiran akan merugikan pasien jika penyakitnya tidak parah.

“Tujuan kami adalah menyembuhkan penyakit ini di anjing,” dia berkata. “Jika kami dapat melakukannya, maka akan mengatasi semua kendala yang dihadapi pasien yang ingin ikut dalam percobaan.”

Saya menyukainya

Semua sel-T memiliki pola mekanisme yang membuat mereka mampu mengidentifikasi ‘musuh’ di tubuh.

Para ilmuwan memodifikasi sel-T dengan meleburkan pola mekanisme baru ke dalamnya untuk menciptakan ‘material genetis reseptor antigen sel-T’ atau ‘chimaeric antigen receptor T-cells’ atau sel CAR-T.

Di Pemphigus vulgaris, tubuh salah memproduksi antibodi untuk menyerang protein yang disebut ‘desmoglein’, yang biasanya berfungsi merekatkan sel kulit tubuh.

Tim peneliti Amerika Serikat menggunakan desmoglein untuk menuntun sel CAR-T hanya ke sel darah putih yang membuat antibodi yang mengganggu.

Prof Danny Altmann, dari Perkumpulan Imunologi Inggris, berkata ke situs BBC News: “Saya menyukainya. Saya tak gampang puas, namun teknologi sel CAR-T adalah penemuan yang mengagumkan.”

Walaupun demikian, dia mengingatkan perawatan seperti ini bisa sangat mahal. (BBC INDONESIA)

LEAVE A REPLY