Gelar Simakrama di Buleleng, Pastika Beri Perhatian pada Upah Guru Honorer

 Gubernur Bali Made Mangku Pastika didampingi Wakil Ketua DPRD Buleleng Sugawa Korry saat gelar simakrama di Desa Pucaksari
Gubernur Bali Made Mangku Pastika didampingi Wakil Ketua DPRD Buleleng Sugawa Korry saat gelar simakrama di Desa Pucaksari

Jurnalpatrolinews – Buleleng —  Pemprov Bali tetap komitmen untuk memajukan dunia pendidikan, sehingga Gubernur Bali Made Mangku Pastika memberi perhatian terhadap nasib guru honorer yang rata-rata masih memperoleh gaji di bawah standar. ”Paling tidak, ujar Pastika, guru honorer harus mendapat upah sesuai dengan standar Upah Minimun Kabupaten/Kota (UMK),” kata Gubernur Pastika saat menggelar simakrama di Gedung Serba Guna Desa Pucak Sari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Sabtu (08/10).

Gubernur Pastika sangat prihatin mendengar penjelasan Kepala SMA Negeri 2 Busungbiu Nengah Konten yang menyebutkan, bahwa gaji honorer di sekolahnya hanya berkisar antara Rp500.000 hingga Rp800.000.

Upah sebesar itu, menurutnya tidak wajar diberikan kepada seorang guru honorer yang juga punya peran penting dalam mendidik siswa.  Semestinya, kata Pastika, guru honorer dapat diberikan upah yang sesuai dengan UMK yang berlaku di tiap Kabupaten/Kota.

Sejalan dengan penyerahan pengelolaan SMA/SMK dari Kabupaten/Kota ke Provinsi, lanjut Gubernur Pastika, pihaknya akan secepatnya melakukan pendataan guru honorer yang masih ber-SK Kepala Sekolah/Komite, agar dapat diangkat menjadi Guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K)Provinsi.

“Nanti kita buatkan kriteria sesuai masa pengabdiannya, agar bisa segera diangkat menjadi tenaga P3K Provinsi, sehingga mereka dapat digaji sekurang-kurangnya seuai dengan Upah Minimum Provinsi,” ujarnya.

Orang nomor satu di Bali asal Buleleng ini se;anjutnya mengingatkan, agar peningkatan kesejahteraan itu dibarengi pula dengan kualitas  mengajar. Sehingga mutu pendidikan di Bali dapat terus ditingkatkan dan menghasilkan generasi penerus yang handal serta mampu bersaing.

Selain minimnya kesejahteraan, Nengah Konten juga mengungkapkan komposisi pengajar di sekolahnya yang didominasi tenaga honorer yang hanya mengantongi SK Kepala Sekolah. Terkait kondisi ini, beberapa kali pihaknya telah mengajukan ke Dinas Pendidikan Kabupaten agar dilakukan pengangkatan guru honorer  SK-Kepala sekolah/Komite menjadi guru honorer SK-Kabupaten. Namun sampai sekarang, pihaknya belum mendapatkan bantuan.

Salah seorang warga menyampaikan persoalan yang dihadapi
Salah seorang warga menyampaikan persoalan yang dihadapi

Ia sangat berharap penyerehan kewenangan pengeloaan SMA/SMK dari Kabupaten/Kota ke Pemerintah Provinsi berdampak positif bagi keberadaan guru honorer, sehingga mereka dapat melaksanakan tugas lebih professional.

Selain keberadaan guru honorer, ia juga mohon pemanfaatan lahan Pemprov untuk dijadikan Lapangan Umum. Terkait dengan permohonan tersebut, Pastika menginstruksikan Kepala Biro Aset agar memberikan lahan Provinsi yang ada dekat sekolah.

Terkait dengan pengajuan Kepala Sekolah SMAN 2 Busungbiu agar guru honorer di sekolahnya dapat diangkat menjadi P3K Kabupaten, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menjelaskan, bahwa pihaknya terkendala kemampuan keuangan daerah.

Menurut Bupati yang akrab disapa PAS ini, sejak penerapan moratorium  pengangkatan ASN, pihaknya  mengaku sangat  kelabakan menerima permohonan penambahan guru honorer. Kendati demikian, pihaknya berupaya memenuhi kebutuhan tersebut.

Pada tahun ini, lanjut Bupati PAS, Pemkab Buleleng baru mengangkat 1000 orang guru P3K SD. Sedangkan untuk gaji yang diberikan, pihaknya berusaha memberikan gaji sesuai dengan standar UMK Buleleng.

Kegiatan rutinitas simakrama Gubernur di Buleleng kali ini,  juga diwarnai penyampaian aspirasi Ketua Peradah Buleleng Made Bagus Sandi Purnama yang meminta Pemerintah Daerah melibatkan pemuda dalam setiap pelaksanaan program pembangunan.

Sementara itu, Nyoman Pindah dari Desa Pucaksari mengeluh kesulitan memperoleh air bersih. Ia dan warga lainnya  membutuhkan waktu setengah hari untuk mencari air. Hal itu tentu saja mengganggu produktifitas mereka. Oleh sebab itu, ia meminta kepada pemerintah agar melanjutkan kembali pengadaan air bersih ke desa-desa, yang beberapa waktu silam sempat dilaksanakan.

Warga lainnya, I Made Putra Adnyana berharap agar Puskesmas Busungbiu II dapat ditingkatkan statusnya menjadi rawat inap, sehingga masyarakat tidak lagi jauh ke kota untuk memperoleh pengobatan.

Menanggapi penyampaian warga terkait dengan kesulitan memperoleh air bersih dan harapan peningkatan status Puskesmas Busungbiu II, Gubernur Pastika meminta SKPD terkait untuk mengkaji dan mengambil langkah untuk membantu warga setempat.

Sementara terkait dengan harapan Ketua Peradah Buleleng agar pemerintah melibatkan pemuda dalam pembangunan, Pastika sependapat dengan hal tersebut.

Simakrama juga dihadiri oleh Nyonya Ayu Pastika, Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry, Pimpinan SKPD di lingkungan Pemprov Bali, Wabup Buleleng Nyoman Sutjidra dan Sekda Dewa Ketut Puspaka beserta pimpinan SKPD di lingkungan {emkab Buleleng, serta masyarakat dari berbagai daerah kabupaten di Bali, di antaranya seorang warga dari Jimbaran, Kuta, Badung. (JP – TiR).—

LEAVE A REPLY