KPU Buleleng Lanjutkan Verifikasi Faktual Dukungan Bakal Paslon Paket SURYA.

Ketua KPU Buleleng Gede Suardana ketika dikonfirmasi pers
Ketua KPU Buleleng Gede Suardana ketika dikonfirmasi pers

Jurnalpatrolinews – Buleleng — Meski ada pihak yang menyangsikan bakal pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati Buleleng dari jalur perseorangan, Dewa Nyoman Sukrawan-Gede Dharma Wijaya (SURYA) sulit lolos saat verifikasi, namun faktanya, paslon yang didukung Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtwra (PKS) ini dipastikan melenggang dan lolos verifikasi administrasi.

Bahkan yang mengejutkan, dari hasil verifikasi adminis¬trasi data dukungan syarat perbaikan yang diiakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng bersama jajaran PPK dan PPS, data dukungan memenuhi syarat (MS) masih mencapai angka 49.075 atau hanya menurun 1,6 persen dari total dukungan syarat perbaikan yang sebelumnya diserahkan ke KPU sebanyak 49.892 suara.

Lolosnya paket SURYA pada proses verifikasi administrasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), bersama Petugas Pemilih Kecamatan (PPK) dan Petugas Pemungutan Suara (PPS) itu melihat dari prosentase proses verifikasi yang sudah mencapai 90 persen lebih.

Dari total data dukungan yang diserahkan Paket SURYA sebanyak 49 ribu lebih, Surya masih berada pada posisi angka 49 ribu.

Ketua KPU Buleleng, Gede Suardana yang dikonfirmasi terpisah menjelaskan, Minggu (9/10/2016), sesuai rekapitulasi hasil verifikasi administrasi terhadap data dukungan milik paket SURYA di 148 desa (9 kecamatan di Buleleng), diperoleh angka sebesar 49.075. Sehingga dengan jumlah itu, KPU Buleleng selanjutnya menetapkan dan akan melakukan verifikasi faktual terhadap dukungan milik paket SURYA.

“Dengan lolosnya verifikasi administasi, maka selanjutn¬ya kami (KPU Buleleng) akan melakukan verifikasi faktual terhadap angka atau jum¬lah data dukungan yang memenuhi syarat pada verifikasi administrasi (40.075) yang akan dilaksanakan mulai pada l2- 17 Oktober 2016 mendatang,” jelas Suardana.

Dijelaskan, dalam persiapan verifikasi faktual mendatang, KPU melalui PPK dan PPS telah berkoordinasi dengan PPL di 148 desa/kelurahan se-Buleleng

“Verifikasi faktual nanti adalah verifikasi orang per orang. Sehingga terkait tempat, waktu, seluruhnya ditentukan oleh paslon ataupun tim penghubung paslon.

Selanjutnya setelah ditentukan sesuai jadwal, kemudian paslon atau tim berkoordinasi dengan PPS dan untuk kemudian diteruskan ke PPL,” jelasnya.

Selain itu secara teknis, pada penelitian faktual, verifikasi faktual dilakukan terhadap jumlah atau angka bersih dari hasil angka yang lolos verifikasi administrasi.

Kata Suardana ada dua kategori dalam verifikasi faktual. Pertama, verifikasi faktual dukungan akan dinyatakan lolos apabila antara data dan orang sesuai dan menyatakan mendukung. Atau suara atau dukungan dinyatakan memenuhi syarat apabila saat verifikasi  faktual, orang yang bersangkutan menyatakan tidak mendukung dan tidak mau mengisi surat pernyataan tidak mendukung.

“Kalau datang dan kemudian mengisi pernyataan tidak mendukung, maka dianggap tidak memenuhi syarat,” jelasnya.

Terkait kekhawatiran para pihak dengan munculnya intimidasi dan profesionalisme KPU selaku penyelenggara dalam proses verifikasi administrasi maupun faktual, ia secara tegas dan menjamin bahwa proses verifikasi akan dilakukan secara transparan.”KPU akan secara transparan dalam proses verifikasi baik mulai sosialiasi maupun sampai tahapan penelitian faktual,” paparnya. (JP – TiR).—

LEAVE A REPLY