Divonis Mati, Pencabul Dan Pembunuh Gadis Kecil Ini Mau Lapor Presiden Jokowi

DTHGY3656Y374Jurnalpatrolinews.com – Sangatta, Vonis mati bagi Jurjani alias Ijur (45) membuat kaget keluarganya, sehingga dirinya berencana akan meminta keringan hukuman melalui Pengadilan Tinggi (PT) Kaltim. Bahkan jika perlu kata keluarga Ijur, hingga ke Presiden Jokowi. Bagi keluarga, terdakwa tunggal pembunuh Nesya Nur Aslya (4), hukuman berupa vonis mati terlalu berat. “Kami akan merembukkan dengan keluarga lainnya, namun vonis mati sungguh terlalu berat,” kata Sopian, salah satu kerabat Ijur seusai sidang, Selasa (13/12) kemarin.

Sopian selaku keluarga justru sempat optimistis jika Ijur bakal diganjar hukuman antara 15 hingga 20 tahun. Sebab, tuntutan jaksa kepada pelaku seumur hidup. “Kemungkinan untuk banding meminta keringan hukuman bakal dilakukan, jika perlu kami akan meminta keringanan kepada pak presiden. Sebelumnya, kami mengira hukumannya 15 atau 20 tahun,” sebut Sopian.

Ijur sendiri kepada Radar Kutim tak mampu berkata-kata, kecuali menangis setelah mengetahui dihukum mati. Saat masuk mobil tahanan, Ijur yang tampak pucat hanya tediam dan suaranya nyaris tak terdengar. “Ulun (saya) belum berani, kena (nanti) bertanya dengan anak-anak dan keluarga dulu,” katanya lirih.

Seperti diwartakan, Ijur oleh majelis hakim yang diketuai Tornado Edmawan dengan anggota Andreas Pungky Maradona serta Nurahmat, sependapat dengan JPU bahwa warga Desa Benua Ulu Sangkulirang ini terbukti melakukan perbuatan pembunuhan yang lebih dahulu direncanakan.

Perbuatan Ijur bertentangan dengan pasal 340 KUHP, namun lebih jauh majelis melihat perbuatannya tergolong sadis sementara korbannya seorang anak kecil. “Hukuman itu untuk melindungi anak sebagai korban harus lebih, dan vonis mati bagi Ijur sebagai pelajaran bagi siapapun bahwa anak-anak harus dilindungi,“ kata Tornado Edmawan. (prokal)

LEAVE A REPLY