Canangkan Senggigi Jadi Icon Wisata Utama, Pemda Akan Revitalisasi Total

IMG-20170221-WA0104-758x478Jurnalpatrolinews – Mataram,   Bupati Lobar, H Fauzan Khalid, mengatakan, hal itulah yang membuat Bali NTB ditetapkan sebagai Koridor V MP3EI, untuk fokus pariwisata. Sehingga, ke depan kawasan ini diharapkan menjadi icon wisata utama di Lombok Barat.

“Bila perlu kawasan Senggigi ini, bisa menyamai kawasan wisata yang ada di Bali”, ungkapnya, Selasa (2/21/2017).

Menanggapi komitmen Bupati, PLT Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Lobar, I Made Arthadana mengatakan, untuk merealisasi harapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melakukan ekspose rencana totalitas pengembangan Senggigi ke depan.

“Rencana revitalisasi kawasan Senggigi ini terdiri dari enam spot area. Diantaranya, penataan Meninting, Montong, Kerandangan, Batu Bolong, Batulayar dan Senggigi.

Secara khusus, ekspose hari ini diisi dengan pengenalan spot pertama yaitu penataan Meninting,” tutur Made.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas PU dan Tata Ruang Lobar.

Lanjutnya, Made mengatakan, di Meninting, sasarannya adalah sungainya. Direncanakan sejumlah pos-pos areal wisata akan dibangun, seperti sepeda air, lesehan apung, dermaga perahu nelayan dan Bike Park.

“Khusus untuk Bike Park akan dibiayai dari APBN melalui sharing dana pemerintah provinsi,” paparnya.

Dikatakan, Sekretaris Dinas PU dan Tata Ruang Lobar ini, khusus untuk penataan spot satu Meninting, perencanaannya sudah siap. Dan didukung dengan kesiapan dana di Dinas Pariwisata Lobar, nilainya sebesar Rp. 3 Milyar. “Angka ini diakui tidak cukup, jika mengikuti kalkulasi biaya pihak konsultan sekitar Rp. 9 Milyar untuk spot satu,” bebernya.

Dijelaskan Made, perencanaan ini akan disinergikan dengan sumber-sumber dana yang lain, termasuk dengan BWS dan Pihak Pemerintah Provinsi untuk daerah sepadan sungai.

“Secara total anggaran lebih dari 30 milyar rupiah untuk keseluruhan spot satu,” sambungnya.

Made menambahkan, dalam perencanaannya, revitalisasi akan dilakukan mulai dari pintu masuk Meninting sampai batas di Hotel Hollyday INN. “Yang penting kita punya perencanaan dulu,” jelas Made di hadapan Bupati, Kepala Dinas Pariwisata, Camat Batulayar, Kepala Dinas Meninting, Kadus Kongoq, dan sejumlah pimpinan SKPD serta konsultan perencana.

Gelaran ekspose kali ini, tidak saja secara khusus memaparkan perencanaan kawasan Senggigi. Namun, rencana penataan kawasan Sekotong, Narmada, Sesaot dan Cemare pun diekspose oleh pihak konsultan.

“Tetapi rencana itu diawali dari titik pertama yakni kawasan Meninting. Rencananya, kegiatan keseluruhan revitalisasi itu akan dimulai di tahun 2017 ini,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Bupati Lobar, H.Fauzan Khalid menegaskan, perencanaan kawasan ini bergantung pada kesiapan stake holder yang ada, bukan tergantung pada besaran anggaran saja. Tetapi berhasil dan tidaknya tergantung pengelolanya.

“Nanti kalau tergantung uang, kemudian tidak berhasil, uang yang kita salahkan,” paparnya.

Menurut Mantan Ketua KPU NTB ini.

Tetapi kata Fauzan, prosesnya panjang, supaya orang tidak menuduh dengan kata ‘akan’, semua sudah siap memulai kegiatannya tahun 2017 ini.

“Memang anggaran yang tersedia ada 3 milyar, dan itu jauh dari apa yang kita butuhkan,” pungkasnya (Mn)

LEAVE A REPLY