Nasib Memprihatinkan Objek Wisata Tanjung Puri di Tabalong

danau-tanjung-puri-tanjung_20160215_143938Jurnalpatrolinews – Tanjung,  Banyak fasilitas yang rusak di Objek Wisata Tanjung Puri Kabupaten Tabalong. Tempat reakreasi danau buatan dengan sajian joglo di atasnya itu sudah mulai ditinggalkan pengunjungnya.

Terik matahari siang sedang panas-panasnya. Tidak untuk di Objek Wisata Tanjung Puri di Desa Kasiau Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong, banyak pohon peneduh yang melindungi sorotan matahari langsung ke kulit.

Terlihat joglo santai sebanyak enam buah di sana, tepatnya berada di atas danau. Satu diantaranya merupakan joglo utama, yang dibangun lebih besar dan lebih tinggi dari lainnya.

Danaunya cukup jernih dan nyaman dipandang mata. Apalagi ada banyak tumbuhan air menghiasinya. Sekitar lahan pun dilengkapi pepohonan rindang.

Tempat itu berada 15 kilometer dari pusat Kota Tanjung melalui jalan trans Kalimantan Selatan menuju Kalimantan Timur. Paling tidak sekitar setengah jam untuk menempuhnya menggunakan kendaraan bermotor.

Sungguh sangat disayangkan, pemandangan apik di sana tidak sebaiknya fasilitas yang tersedia. Banyak yang sudah rusak. Kalau dilihat secara kasat mata, kerusakan karena termakan usia, atau dibiarkan tanpa adanya perawatan.

Paling parah kerusakan pada bagian kamar mandi dan WC umum yang disediakan. Dari empat ruang, hanya satu yang tersisa. Itu pun kondisinya sangat memprihatinkan. Baik dinding, maupun atapnya.

Sebagian beratapkan spanduk plastik, dan sebagian lainnya atap berkarat. Jembatan yang menjadi lintasan menyeberangi danau juga bernasib sama. Rangka kayu ulin berukuran 10 sentimeter persegi sebagai penyangga utama lantai sudah patah. Papan lantai banyak yang lepas dan menimbulkan lubang.

Joglo yang biasa tempat bersantai juga seolah dibiarkan keropos. Jembatan penghubung joglo ada yang bergoyang dan tidak lagi kokoh untuk diinjak. Bagian pagar sebagai upaya keamanan bagi pengunjung banyak yang hilang. Terlebih pada bagian joglo utama.

Penjaga objek wisata itu mengaku di sana tidak ada tempat pembuangan sampah. Pengunjung yang datang hanya diminta kesadarannya agar tidak membuang sampah sembarangan.

Padahal objek wisata ini sudah lama ada, dan menjadi ikon di daerah tersebut lantaran hanya sedikit lokasi hiburan di sana. Informasinya, kepemilikannya adalah aset Pemerintah Kabupaten Tabalong.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tabalong, Zain Ramali, membenarkan terkait kerusakan itu. “Semuanya rusak. Rusaknya sudah lama karena tidak dipugar,” terangnya.

Lama tidak dipugar lantaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Tabalong untuk merehab belum diadakan.

Dia memastikan tahun ini akan direhap sebagian besar fasilitas di sana. Setidaknya tidak lama lagi, akan dilakukan proses lelang dan dilanjutkan pengerjaannya. “Insya Allah bulan Mei sudah selesai pengerjaanya. Sebelum Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) selesai,” janjinya.

Rencananya, pengelolaan objek wisata tersebut akan diserahkan ke pihak ketiga. Zain Ramali memastikan pengelolaan dilakukan orang yang profesional. Baik pada restoran dan areal lainnya. (prokal)

LEAVE A REPLY