Membina Rumah Tangga Dari Hasil Sabu, Pasangan Suami Istri Terancam 12 Tahun Bui

NarkobaJurnalpatrolinews – Lombok Tengah,  Pasangan suami istri yang sebenarnya harus saling bina untuk keluarga yang baik namun kali ini pasangan suami istri tertangkap transaksi jaul beli Narkoba oleh Satuan Narkoba Kepolisian Resor Lombok Tengah (Sat Narkoba Polres Loteng) di Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah pada Rabu (15/03) .

Penangkapan NSP (31) dan MN (27) dilakukan setelah berhasil mengembangkan kasus penangkapan seorang pria yang diketahui juga sebagai kurir pendistribusian barang haram ini.

Selain kedua tersangka petugas berhasil menyita beberapa barang bukti lain berupa 1 poket shabu, satu unit hp, satu set alat hisap, 11 korek gas dan sekop (sendok kecil). Semuanya langsung diamankan oleh pihak kepolisian.

“Ancaman pasangan suami istri ini tidak main – main, jika sesuai pasal yang berlaku mereka akan mendekam maksimal selama 12 tahun penjara,” penjelasan kepala satuan narkoba IPTU Ery Armunanto.

Hal yang tak terduga terjadi beberapa saat sebelum pemeriksaan yang bertempat di ruang Sat Narkoba. NSP memerintahkan istrinya untuk membuang barang bukti. Beruntung dapat ditemukan oleh para petugas yang sedang berjaga.

“NSP ini sempat berupaya untuk cuci tangan dari kasus yang sudah kami sangkakan dengan membuang beberapa barang bukti, beruntung kami bisa dapatkan kembali,” pungkasnya.

“ancaman pasangan suami istri ini tidak main – main, jika sesuai pasal yang berlaku mereka akan mendekam maksimal selama 12 tahun penjara,” penjelasan kepala satuan narkoba IPTU Ery Armunanto.

Hal yang tak terduga terjadi beberapa saat sebelum pemeriksaan yang bertempat di ruang Sat Narkoba. NSP memerintahkan istrinya untuk membuang barang bukti. Beruntung dapat ditemukan oleh para petugas yang sedang berjaga.

“NSP ini sempat berupaya untuk cuci tangan dari kasus yang sudah kami sangkakan denganmembuang beberapa barang bukti, beruntung kami bisa dapatkan kembali,” pungkasnya.

Belakangan diketahui, NSP merupakan residivis pencurian kendaraan bermotor yang baru saja merasakan 6 bulan kebebasan dari penjara. Dan sekarang akan dijebloskan kembali dengan kasus yang berbeda dan masa hukuman yang cukup lama. (Oj)

LEAVE A REPLY