Eks Kepala BPJN IX Maluku Divonis 6 Tahun Penjara dan Denda Rp 800 juta

Amran HI MustaryJakarta-JP : Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (12/4). memvonis Mantan Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran HI Mustary enam tahun pidana penjara dan denda Rp 800 juta subsidair empat bulan kurungan dalam perkara suap pembangunan jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera).

Menurut majelis, perbuatan Amran yang menerima suap untuk mengalokasikan program aspirasi ke Maluku yang dikerjakan oleh Abdul Khoir selaku rekanan yang telah dipidana lebih dulu memenuhi unsur dalam dakwaan Pasal 12 UU Tipikor dan dakwaan kedua Pasal 11 UU Tipikor.

Majelis berpandangan, fakta hukum yang terungkap dalam persidangan menunjukkan kesengajaan yang diwujudkan Amran dengan memberi informasi kepada Abdul Khoir tentang program aspirasi sehingga Abdul Khoir memberikan uang kepada Komisi V DPR antara lain Damayanti Wisnu Putranti.

Selain itu, majelis berpendapat, Amran menyadari posisinya selaku Kepala BPJN IX mampu mengupayakan program aspirasi dialokasikan ke Maluku agar dikerjakan oleh Abdul Khoir.

Adanya imbalan yang diterima Amran memenuhi unsur kesengajaan dalam jabatan.

Majelis hakim juga menyinggung uang yang didapat Amran dari para rekanan selain Abdul Khoir yakni, So Kok Seng alias Aseng, dan Hong Artha John Alfred dengan total lebih dari Rp 5 miliar untuk membiayai kampanye kepala daerah Halmahera Timur serta membagi-bagikan THR kepada pejabat Kementerian PUPR berkaitan dengan jabatannya selaku Kepala BPJN IX.

LEAVE A REPLY