ICW “Rekrutmen Hakim MA Sebaiknya Melibatkan Pihak Lain”

ICW "Rekrutmen Hakim MA Sebaiknya Melibatkan Pihak Lain"Jakarta-JP : Minggu 16 April 2017 Indonesia Corruption Watch (ICW) Aradila Caesar meminta Mahkamah Agung (MA) melibatkan lembaga lain dalam proses rekrutmen hakim.

Menurut peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Aradila Caesar, hal itu perlu dilakukan untuk meminimalisasi potensi jual beli jabatan.

“Kalau tertutup dan tidak mau melibatkan publik atau institusi lain, potensinya sangat besar,” kayanya.

Sebelumnya, MA menerbitkan peraturan MA (Perma) Nomor 2/2017. Dalam Perma, MA akan melakukan rekrutmen hakim tanpa melibatkan pihak luar.

Aradila meminta MA memerhatikan bagaimana sistem rekrutmen hakim yang akan dilakukan. “Tentunya terbuka.

Ada pelibatan lembaga lain untuk mengecek dan mengawasi jalannya proses (rekrutmen hakim). Kemudian juga sebaiknya berbasis IT seperti dalam penerimaan CPNS untuk meminimalisir kecurangan,” terang dia.

Aradila juga mendorong MA melibatkan Komisi Yudisial (KY), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), atau PPATK untuk menelusuri rekam jejak hakim. “Pelaksana utama tetap MA. Tapi juga harus dikawal oleh lembaga lain sebagai check and balances,” kata dia.

LEAVE A REPLY