Korea Utara Gagal Luncurkan Rudal, Kata Korea Selatan

Seorang serdadu memberi hormat saat konvoinya melewati Pemimpin Korut, Kim Jong-un, dalam parade militer di Pyongyang pada 15 April 2017.
Seorang serdadu memberi hormat saat konvoinya melewati Pemimpin Korut, Kim Jong-un, dalam parade militer di Pyongyang pada 15 April 2017.

JurnalPatroliNews – Upaya Korea Utara untuk meluncurkan sebuah rudal diyakini menemui kegagalan, kata militer Korea Selatan.

Belum jelas tipe rudal yang dilesatkan pada Minggu (16/04), namun peluncuran disebut berlangsung di bagian timur Korut.

“Korea Utara berupaya menguji sebuah rudal yang tipenya belum teridentifikasi dari Sinpo.”

Pemerintah Korea Selatan menyatakan tengah menyelidiki peristiwa tersebut untuk mendapatkan rincian lebih jauh.

Keterangan Korsel diamini komando militer Amerika Serikat di Pasifik.

“Rudal itu meledak hampir segera (setelah diluncurkan),” ujar Panglima Komando Militer AS di Pasifik, Dave Benham, sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Peluncuran itu berlangsung sehari setelah peringatan kelahiran pendiri Korut, Kim Il-sung, yang ke-105 tahun.

Tentara, kendaraan lapis baja dan perlengkapan militer tampil dalam parade di Pyongyang Sabtu (15/04) untuk mempertontonkan kekuatan.

Dalam kesempatan itu, pejabat militer Korea Utara, Choe Ryong-Hae, menegaskan bahwa pihaknya “bersiap untuk merespons sebuah perang habis-habisan dengan perang kabis-habisan.”

Dia menambahkan, “Kami siap untuk membalas dengan serangan nuklir gaya kami untuk melawan segala serangan nuklir.”

Korea Utara telah melakoni lima uji nuklir dan serangkaian peluncuran rudal.

Bahkan, seorang pejabat senior militer AS menyebutkan bahwa Korea Utara tampaknya mampu meletakkan hulu ledak nuklir dalam wujud miniatur pada rudal. Meski demikian, teknologi rudal yang membuat sebuah roket menjangkau sasaran jarak jauh masih menjadi kendala serius bagi Korut.

Untuk mencegat peluncuran roket yang mengarah ke daratan AS, militer AS mengerahkan kapal induk kelas Nimitz, USS Carl Vinson, dua kapal perusak dan sebuah kapal perang.

Awalnya armada ini dijadwalkan untuk berlabuh di Australia, namun kemudian dialihkan dari Singapura ke Pasifik barat- yang sebelumnya menjadi lokasi latihan gabungan dengan AL Korsel. (BBC Indonesia)

LEAVE A REPLY