Bela Negara Jadi Strategi Kanhan Kaltim Tangkal Ancaman Nonmiliter

3Jurnalpatrolinews – Samarinda, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI melalui Kantor Pertahanan (Kanhan) Kaltim mengingatkan ancaman nonmiliter terhadap generasi muda yang dapat berpotensi membahayakan pertahanan negara.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembekalan Ancaman NonMiliter dalam rangka Pembinaan Bela Negara, bekerjasama dengan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda, Selasa (18/4).

Dibuka oleh Rektor Untag Samarinda, Marjoni Rachman didampingi Pembantu Rektor (PR) III Bidang Kemahasiswaan Abdul Kholik Hidayah, mengatakan, seperti diketahui, Indonesia saat ini rentan mengalami konflik yang dapat memecah kebhinekaan Negara.

“Konflik yang paling berbahaya itu yang berkaitan dengan nonmiliter khususnya faham-faham radikal. Kenapa generasi muda menjadi sasaran? Karena generasi muda yang paling mudah untuk disusupi faham-faham radikal tersebut,” ujarnya.

Kita berharap dengan Kemhan mengadakan kegiatan seperti ini, pemuda dapat lebih arif menerima ajaran yang diperoleh dari berbagai sumber terutama media sosial sehingga dapat memproteksi diri lebih baik lagi.

Sementara itu, Perwakilan Pelaksana Tugas Pokok (PPTP) Kanhan Kaltim Kolonel Infantri Gema Repelita dalam paparannnya menjelaskan, ancaman nonmiliter atau nirmiliter memiliki karakteristik yang berbeda dengan ancaman militer, yaitu tidak bersifat fisik serta bentuknya tidak terlihat seperti ancaman militer. Ancaman itu tidak menggunakan senjata tetapi berada disekitar kita, kemudian tanpa disadari perlahan mempengaruhi sikap dan sifat manusia.

“Bagaimana agar Negara dan daerah menjadi kuat dan berdaya saing? Tentunya dengan pengelolaan potensi daerah baik dari sisi geografi, sumber daya alam, demografi, ideologi, ekonomi, sosial budaya maupun pertahanan keamanan, yang akhirnya untuk kesejahteraan dan keamanan masyarakat,” katanya.

Ia melanjutkan, disinilah yang menjadi dilema karena ketika SDA dieksploitasi secara massal tetapi tidak memikirkan kesejahteraan. “Saya perlu pemikiran-pemikiran teman-teman mahasiswa. Saya juga telah bertemu dengan beberapa rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, maka kita perlu membuat suatu kajian mahasiswa untuk menjaga ini semua, agar tercipta kesejahteraan dan keamanan,” ujarnya.

Lebih lanjut, terdapat tujuh dimensi ancaman nonmiliter yakni, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, legislasi, keselamatan umum dan teknologi. Hal itu merupakan masalah yang acap kali terjadi disekeliling manusia. Sehingga tantangan daerah ke depan yakni membangun SDM dan SDA secara seimbang.

“Pertahanan negara merupakan hal esensial bagi kepentingan nasional. Perlu disiapkan secara dini penopang NKRI yang kuat karena tidak ada Negara kuat tanpa dukungan pertahanan Negara yang kuat. Bagaimana caranya? Dengan kesadaran dan kebersamaan semua pihak bahwa pembangunan Negara adalah tanggung jawab kita semua” katanya.

Pembekalan ini di hadiri sedikitnya 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda, Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda, organisasi masyarakat (Ormas) FKPPI, Pemuda Pancasila, dan Pemuda Panca Marga, Korem 091/asn Kaltim, Pemprov Kaltim diwakili oleh Kebangpol Kaltim. (vb/rdg)

LEAVE A REPLY