Pengadilan Negeri Bekasi Sidang Lokasi Di Rusunawa Bekasi Timur

IMG-20170418-WA0090JurnalPatroliNews – Bekasi Kota, Pengadilan Negeri (PN) Bekasi Kota bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi, serta pihak Kecamatan Bekasi Timur, dan pihak Kelurahan Bekasi Jaya Kota Bekasi, Keluarga ahli waris yang didampingi oleh kuasa hukum, sidang lokasi lahan seluas 10.520 M, terletak di kampung mede, Bekasi Timur, untuk mengecek batas-batas lahan.

Lantaran pihak ahli waris Ponih dan Onang dari alm Siman mengklaim bahwa lahan seluas 10.520 M, yang terletak di kampung Mede Bekasi timur, saat ini di atas lahan tersebut telah berdiri bangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di klaim oleh keluarga ahli waris alm Siman dengan bukti surat yang dimiliki, Rabu (18/4).

Kehadiran kami (Majelis Hakim-red) beserta panitera, di lokasi rusunawa di jalan baru under pass, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, untuk langsung melakukan sidang lokasi, dengan agenda cek lokasi dan batas batas, hingga selesai.

“Kami tidak dapat memberikan banyak penjelasan, semua kewenangan ada pada bagian Humas, akan tetapi yang jelas hari ini cek lokasi dan batas batas, persidangan akan di lanjutkan pada hari Rabu yang akan datang untuk menghadirkan para saksi, “ujar Majelis hakim yang langsung bergegas menuju kendaraan.

Sementara itu, Hasyim Nahumarury selaku kuasa hukum dari Ponih dan Onang ahli waris dari Almarhum Siman, kepada media mengatakan, kegiatan hari ini adalah sidang pemeriksaan lokasi oleh majelis hakim untuk mengecek kebenaran fakta sesuai dengan gugatan, pada objek tanah seluas 10.520 M, sesuai dengan girik/C.No.182 persil 19,  yang saat ini telah berdiri di atasnya bangunan Rusunawa.

“Untuk kepentingan sidang, agenda hari ini mengkroscek lokasi dan majelis hakim perlu meninjau lokasi, bahwa obyek yang kita gugat sesuai dengan batas batas lokasi yang ada dan benar adanya, “ujarnya.

Menurutnya, sudah hampir 10 kali sidang, dimana sebelumnya telah dilakukan tahapan pembuktian dari para pihak hampir selesai, namun majelis hakim masih memberikan kesempatan bagi para pihak, kalau masih ada bukti tambahan, silahkan diajukan, akan tetapi pada prinsipnya Rabu depan (26 April-red) agenda sidang adalah pemeriksaan para saksi.

“Kita sudah melakukan tahapan persuasif dengan melakukan somasi dan mediasi, persoalannya sudah terlanjur masuk di meja persidangan, kecuali ada kebijakan yang luar biasa, pembebasan tanahnya yang bermasalah, mereka tahu bahwa ini tanah adat, tetapi mereka mengingkari, dan mencoba merekayasa data, seolah-olah ini tanah negara, pembebasan ini tentunya melibatkan Camat dan Lurah, kalau merujuk pada leter C yang ada di Desa, sudah jelas ini tanah adat atas nama Siman, “pungkasnya.

Terpisah, Jenan (56) keluarga dari ahli waris yang turut menyaksikan jalannya persidangan/cek lokasi dan batas, kepada media mengatakan, terkait persoalan sengketa lahan rusunawa, semuanya sudah diserahkan kepada Fadli Zulkarnin dan tim.

“Semoga apa yang selama ini sedang di upayakan, dengan begitu semangat membantu keluarga saya, mendapatkan hasil yang maksimal dan segera terselesaikan, “harapnya.(tim).

LEAVE A REPLY