Banua Lawas Lestarikan Budaya Bersihkan Benda Pusaka dan Mandi Bedudus

18486157_10207155121355226_7803121244681615451_nJurnalpatrolinews – Tanjung, Dalam mempererat jalinan silahturahmi antar warga, Kecamatan Benua Lawas Kabupaten Tabalong, Senin (22/5), melakukan tradisi membersihkan benda benda pusaka Banjar Kelua, dalam rangka melestarikan budaya sebelum bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba.

Acara membersihkan benda-benda pusaka ini, dilakukan setiap satu tahun sekali, dan acara ini dilaksanakan  untuk menjaga kelestarian budaya yang sudah diturunkan oleh para leluhur. Benda benda pusaka yang dibersihkan meliputi, Keris, Pisau, Kayu Ulin, Tombak serta benda benda sejenis lainnya.

Adapun cara pelaksanaanya, sebelumnya benda benda pusaka seperti Tombak, Keris dan Pisau  direndam dengan air kelapa selama 3 hari. Setelah itu semua benda pusaka disiram dengan air  tetapi tidak semua air bisa digunakan dalam acara ini, yaitu harus menggunakan air sungai yang mengalir atau air hidup.

Pada bulan Muharram menurut kalender Islam, dilanjutkan lagi dengan tradisi mandi badudus.  Tradisi tersebut dimaksudkan agar dapat membersihkan diri untuk mempersiapkan tahun baru Islam agar mendapatkan jiwa dan kepribadian yang lebih bagus.

Juru kunci benda pusaka, Abi, mengatakan tradisi ini merupakan satu rangkaian pembersihan sebelum memasuki bulan Ramadhan, Karena membersihkan benda pusaka ini  erat hubungannya langsung dengan diri kita yang nantinya akan memilki kepribadian yang damai ,bersih dan bagus.

“Setelah kegiatan pembersihan ini,  nantinya akan dilanjutkan  dengan mandi bedudus, yang memiliki fungsi agar memilki jiwa yang muda dan bercahaya bagi yang sudah mandi,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Kepariwisataan pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tabalong Lilis Martha Diana mengatakan, kegiatan ini tidak hanya sekedar menjadi budaya daerah.

“Kami  inginkan kegiatan ini nantinya menjadi event pusat pariwisata, dan ke depannya  betul-betul digiring serta diakomodir oleh dinas terkait,” kata Lilis.

Dalam acara ini juga disuguhkan beraneka ragam makanan dan kue khas Banjar, di antaranya kue Cingkaruk, Arang-arang, Tapai, Ketan, Telur Bebek, Buah Pisang  serta berbagai makanan khas lainnya.

Nantinya acara seperti ini diharapkan bisa mendapatkan sentuhan dari pemerintah daerah, agar dapat menjadi daya tarik wisata di Kabupaten Tabalong. (MC Tabalong)

LEAVE A REPLY