Pemain Srimulat Bakal Ramaikan Pagelaran Ludruk Di TMII

Heri Takariono, Memet, Polo
Heri Takariono, Memet, Polo

Jakarta – JP: Guna membangkitkan minat masyarakat mencintai seni budaya tradisional, Kumpulan Ludruk Jakarta (KLJ) berencana akan menggelar pagelaran di anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Ditemui saat latihan rutin, Cak Tatok “koplak” Pranadi mengatakan, kesenian ludruk sudah jarang sekali peminatnya, warisan budaya ini kesulitan dalam mencari penerus generasi muda.

“meski para pemain kelihatan lucu namun harus tetap kita melakukan latihan guna memaksimalkan peran masing – masing pemain, dalam pementasan kali ini kami akan mengambil judul “Durasim Lakon Ludruk” dan rencana pagelarannya akan dilaksanakan pada minggu, 6 Agustus 2017 di Anjungan Jatim, TMII” ujar Tatok salah satu sutradara KLJ.

Lakon tersebut, lanjut Tatok, mengisahkan Cak Durasim sebagai pahlawan pribumi melawan tentara Jepang yang bengis dan keji menjajah Indonesia dengan menyiksa rakyat secara kejam bagi yang melawan.

“Namun, Durasim melakukan perlawanan melalui kesenian di Surabaya. Dia membentuk perkumpulan kesenian ludruk, Melalui lakon dan cerita yang dimainkan Durasim mulai membakar dan mengobarkan semangat rakyat untuk melakukan perlawanan terhadap Jepang. Ternyata, ada seorang pengkhianat yang melaporkan kepada tentara Jepang bahwa Durasim secara diam-diam telah membakar semangat rakyat untuk melakukan perlawanan terhadap tentara Jepang. Akibatnya, Durasim pun ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian orang) dan dicari dengan menempuh segala cara untuk menangkap Durasim.” bebernya

Tatok menambahkan, meski cerita bersejarah ini dimainkan serius namun dalam berbagai adegannya disisipkan selingan humor sebagai kekhasan ludruk. Tentu saja, adegan kocak dengan gaya kontemporer di ludruk ini bakal mengoyang gelak tawa penonton.

“beberapa pemain srimulat akan ikut ambil bagian diantaranya Polo, Kadir, Tessy, Memet, Isa Marshanda, Ninik Canda, Lusie Baya, Cak Bathin, Cak Bangong, Agus Pengampon dan lain-lainnya” jelasnya

Sementara itu, Cak Bathin selaku yang babat alas berdirinya Ludruk ini, berharap generasi muda menyukai kesenian tradisional tersebut.

“kami bersama pengurus KLJ berencana mengadakan Diklat Ludruk di Anjungan Jatim yang diperuntukkan bagi remaja tingkat SMP, SMA dan Mahasiswa, kesenian ini dikolaborasikan dengan seni-seni modern dan cerita-cerita rakyat terkini,” jelas pria yang memiliki nama asli Mulyono Herlambang ini.

Diklat ini, lanjutnya dibagi dengan 3 kategori yakni Pengrawit (Pemusik Tradisional), Penari Remo dan Pemeran Ludruk yang diharapkan nantinya dapat melahirkan generasi baru pecinta kesenian tradisional Jatim khususnya Ludruk.

“Kita perlu lestarikan ludruk, harus ada regenerasi para pemain ludruk. Saya punya ludruk ‘Putra Majapahit’ sejak 1988, tapi bubar setelah era reformasi. Sampai 15 tahun vakum, akhirnya kita bikin ludruk KLJ ini dan semoga Ludruk bisa go nasional.” paparnya

Senada dengan Cak Bathin, salah satu pengiat seni, Herry Takariono berharap generasi muda peduli dengan kesenian ludruk dengan ikut ambil bagian didalamnya.

“terima kasih kepada Anjungan Jatim yang selalu memfasilitasi kegiatan kami, kami harap peran pemerintah lebih maksimal dalam mempromosikan kesenian khas Jawa Timur ini” ujar pria yang sehari-hari bekerja di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Seperti diketahui KLJ diketuai oleh Dr.Andreas Eno Tirtakusuma, SH., MH, Sekretaris Lusie Baya, dan Bendahara Dewi Katayana. (ips)

LEAVE A REPLY