Diharapkan PCTA Jadi Kegiatan Yang Selalu Ditunggu Pemda dan Peserta

20664900_1477489579006401_636511434473052290_nJurnalpatrolinews – Samarinda, Lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) telah menjadi agenda tahunan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Hal ini adalah wujud nyata komitmen dalam menumbuh kembangkan jiwa nasionalisme, persatuan dan kesatuan.

Kol Kes Viktor Siagian yang bertindak sebagai moderator pada kegiatan tersebut mengungkapkan, Kaltim termasuk provinsi yang memiliki pelajar dan mahasiswa dengan antusias dan semangat yang tinggi. Peserta mampu berargumen secara lisan dan mampu mengekspresikan pemikiran dan pengetahuannya,

“Ini terlihat dari dukungan guru dan dosen pendamping. terlihat dari kehadiran mereka. Semangat peserta, suasana ketertiban untuk saling mendukung regunya cukup tinggi. Kekompakan, solidaritas dan wawasannya cukup baik, mereka bisa mengembangkan daya nalar,” ujarnya.

Pria yang bertugas di Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Srahan) Kemhan RI ini berharap Pemerintah Daerah yaitu Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kaltim untuk terus antusias dan mendukung kegiatan seperti ini, tentunya bekerjasama dengan PTP Kemhan yang ada di Kaltim. Sehingga kegiatan ini dapat dibuat agenda yang terus berkelanjutan.

“Bahkan agenda ini yang selalu ditunggu oleh Pemerintah Daerah juga peserta, karena dari hasil pemantauan saya, dapat dikatakan peserta sangat antusias dan semangat.  Juga agenda ini dapat dikelola lebih baik lagi,” imbuh Viktor.

Sementara itu, Bowo Lestono dari Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Kaltim megungkapkan hal senada terkait antusias peserta.

“Hanya saja karena terlalu bersemangat menjawab sehingga terkadang tidak fokus, subtansi kurang tepat. Hal ini wajar karena setiap jawaban dibatasi waktu,” katanya.

Ia yang telah dipercaya menjadi juri dua tahun berturut-turut pada gelaran Lomba PCTA ini menyatakan harapannya agar kedepan seluruh sekolah dan perguruan tinggi di Kaltim dapat berpartisipasi.

“Kita juga menyadari keterbatasan anggaran sehingga semua daerah tidak tercover. Karena ini menjadi pagar kita, bagi siswa dan mahasiswa sehingga juga perlu didukung oleh anggaran,” ujarnya. (vb/rdg)

LEAVE A REPLY