PCTA Bagian Tidak Terpisahkan Dari Upaya Bela Negara

IMG_1724Jurnalpatrolinews – Samarinda, Lomba Diskusi Parade Cinta Tanah Air telah berlangsung selama dua hari. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pertahanan nir militer yang dilakukan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI bagi generasi muda dilingkungan pendidikan. Mengutip pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, kegiatan Lomba PCTA merupakan bagian tidak terpisahkan dari upaya bela negara.

Pejabat PTP Kemhan RI Kaltim Brigjen TNI Rukman Ahmad mengatakan, pemenang lomba akan bertanding pada Lomba diskusi PCTA tingkat Nasional pada September mendatang.

“Setelah ini kita akan memberikan pembinaan dan arahan kepada pemenang yang meraih nilai tertinggi, pada tanggal 1 hingga 3 September. Ini adalah upaya mempersiapkan anak-anak kita untuk berlomba di tingkat nasional,” ujarnya dalam penutupan lomba diskusi PCTA, Kamis sore (10/8).

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak melalui Sekretaris Disdikbud Kaltim Sudirman. Saar menutup kegiatan menyampaikan, rasa bangga dan apresiasinya karena kegiatan berjalan dengan lancer. Tak lupa ia juga mengucapkan selamat kepada para pemenang lomba serta guru dan dosen pendamping.

Melihat antusias peserta yang luar biasa pada tahun ini, Sudirman mengatakan akan mengupayakan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik pada lomba diskusi PCTA yang akan dating. “Akan kita upayakan tahun depan, sehingga lebih baik lagi,” katanya.

Materi yang dilombakan antara lain bakat dan keterampilan meliputi olahraga, sains teknologi, seni budaya. Sementara bidang akademik meliputi pengatahuan umum, pertahanan negara, bela negara, teknologi informasi dan narkoba.

Tingkat SLTA nilai tertinggi diraih oleh SMA N 10 Samarinda, SMA 1 Tenggarong dan SMA 1 Balikpapan. Bertindak sebagai juri yaitu Hendro dari akademisi, Muh Hatta dari Dinas Pendidikan Kaltim dan Mayor Ghatut A S dari Kodim 0901 Samarinda/

Sementara tingkat Perguruan Tinggi nilai tertinggi di raih oleh Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda tim i, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda tim II, dan Akademi Kebidanan Permata Husada tim I. bertindak sebagai juri yaitu Bowo Lestono dari Aptisi Kaltim, Chairul Aftah yaitu Dosen Unmul Samarinda Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Politik Jurusan Hubungan Internasional dan Mayor Ghatut A S dari Kodim 0901 Samarinda.

Dijelaskan bahwa, juri I menilai aspek subtansi jawaban, logika berpikir dan sesi rebutan, juri II menilai aspek alur berpikir dalam berpendapat, dan penggunaan Bahasa Indonesia. Juri III menilai aspek kerjasama tim, sikap dan gaya bahasa komunikasi serta etika dalam berbicara.

Masing-masing pemenang mendapatkan plakat, sertifikat dan uang pembinaan. Kegiatan ini diikuti sebanyak 34 tim tingkat SLTA dari 26 sekolah dan 24 tim dari 15 perguruan tinggi. (rvb/rdg)

LEAVE A REPLY