Film Indonesia goes to Balkan

Love is Folly 2017JPNews – Sofia, Bulgaria,  Rangkaian film-film terpilih Indonesia mulai dari Salawaku (2016), Nokas  (2016), ‘Aisyah Kita Bersaudara’ (2016), Athirah (2016), dan ‘Kejarlah Daku Kau Kutangkap’ (1986) melangkah ke panggung festival film internasional, Love is Folly di Kota Varna, Bulgaria pada tanggal 25 Agustus – 3 September 2017. Selain itu film ‘Istirahatlah Kata-Kata’ (2017) juga ikut serta dalam film yang dilombakan dalam festival tersebut.

Mulai dari hari pertama pada saat red carpet moment yang diliput berbagai media, Indonesia tampil berbeda dengan iring-iringan barong, umbul-umbul, payung, dan musik bali mengiringi delegasi Indonesia berpakaian nusantara di Red Carpet Moment yang dipimpin oleh Dubes RI Sofia, Sri Astari Rasjid dengan didampingi artis film Salawaku, Karina Salim.

Selama 25 tahun festival ini berlangsung baru pertama kalinya diadakan pemutaran rangkaian film Indonesia pilihan.  Acara pembukaan Indonesian Panorama dimulai dengan pementasan tarian Bali dan Betawi yang tidak hanya memukau para undangan namun juga menarik lebih banyak masyarakat umum untuk datang dan melihat film Indonesia. Pengunjung juga dapat menikmati pameran foto yang memamerkan berbagai objek wisata di Indonesia.

Pada tanggal 26 September 2017, Salawaku menjadi pembuka rangkaian film Indonesia yang membuat penonton menikmati keindahan alam Indonesia timur terutama laut yang indah. Mengingat film Indonesia jarang ditayangkan di Kawasan Eropa Timur, beberapa penonton menyatakan bahwa adanya Indonesian Panorama merupakan kesempatan yang berharga untuk menonton dan memberikan wawasan baru mengenai film Indonesia.

Menurut Dubes RI Sofia, salah satu tujuan keikutsertaan Indonesia dalam festival adalah menggunakan Bulgaria sebagai pintu masuk film indonesia di Kawasan Balkan dan Eropa Timur. Diharapkan di tahun mendatang, rangkaian film indonesia dapat melakukan roadshow ke beberapa negara sekaligus di Kawasan Eropa Timur untuk memberikan dampak yang lebih besar akan promosi film sebagai industri kreatif Indonesia.

Acara Indonesian Panorama dalam Festival Film Internasional Love is Folly merupakan kerjasama antara Pusat Pengembangan Perfilman Kemendikbud dan KBRI Sofia, yang ditujukan tidak hanya untuk mendukung kiprah cineas indonesia mengukir prestasi di ajang internasional namun juga merupakan sarana yang efektif dalam memperkenalkan sejarah, budaya, dan pembangunan bangsa kita.?

LEAVE A REPLY