FISIP UBK Bersatu: Aksi Seribu Lilin Kepedulian Untuk Rohingya

22323397_989504521203458_1706136503_nJPNews – Jakarta,  Gelombang aksi solidaritas terhadap Etnis Rohingya, Myanmar masih terus berlanjut. Mahasiswa yang tergabung dalam FISIP UBK Bersatu Peduli Rohingnya, menggelar aksi seribu lilin sebagai bentuk solidaritas untuk etnis Rohingnya yang tertindas di Myanmar. Aksi solidaritas ini digelar di kampus Universitas Bung Karno, jl pegangsaan timur no 17,cikini Senin (02/10/2017).

Ilwan Nehe yang merupakan koordinator aksi tersebut mengatakan, aksi seribu lilin dan doa bersama ini merupakan puncak dari aksi kemanusiaan peduli rohingya yang telah kami lakukan, sebelumnya kami melaksanakan penggalangan dana untuk kami sumbangkan kepada saudra kami di Rakhine Myanmar.

Ilwan juga menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan mengutuk segala bentuk praktik genosida/pembantaian dan penindasan manusia atas manusia lainnya.

“Sebagai negara majemuk baik dalam budaya, agama, ras , suku dan golongan kita harus bisa menghargai perbedaan. Maka kami menghimbau kepada masyarakat untuk menghargai nilai-nilai kemanusiaan,” ujar ilwan.

Aktivis UBK ini juga menyatakan, jangan sampai praktik genosida terjadi dimuka bumi karena kepentingan-kepentingan politik atau kekuasaan sehingga merampas hak asasi manusia.

“Bagi kami nilai kemanusiaan harus di atas kepentingan politik dan kekuasaan” Tegasnya.

Di tempat yang sama, Fey selaku Humas FISIP UBK Bersatu mengatakan, mahasiswa juga perlu mendesak agar PBB bertindak cepat untuk menghentikan kejahatan kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya.

“Kami berharap pemerintah Indonesia terus tunjukkan keberaniannya dan berperan aktif dalam mencari solusi atas kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Rohingya” ujar Fey.

Disisi lain fey juga menegaskan agar mahasiswa kembali aktif untuk menyuarakan aspirasinya dalam segala bentuk persoalan yg menimpa masyarakat dunia dan masyarakat indonesia pada khususnya.

“mahasiswa harus kembali sebagai corong perubahan , berani menyuarakan aspirasi rakyat. Jangan bungkam ketika melihat ketidakadilan dan penindasan.” tegas fey

Sebagai informasi selain aksi seribu lilin, Mahasiswa FISIP UBK juga mengisi acara tersebut dengan musikalisasi puisi dan pentas seni, serta penggalangan dana terakhir sebelum di serahkan ke posko-posko bantuan untuk Rohingnya yang telah di resmikan oleh pemerintah. (Mario/JP)

LEAVE A REPLY