GTI Sulut Nilai Kejati dan BPKP Tak Tepati Janji

17457830_1438678652819492_8582852859960037995_nJPNews – Manado, Garda Tipikor Indonesia (GTI) Sulut kembali menyorot kinerja dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut atas belum ditetapkannya tersangka dalam kasus dugaan korupsi Pemecah Ombak Likupang dan pembangunan Rumah Sakit Jiwa Ratumbuysang Manado.

Pembina GTI Sulut, Allan Berty Lumempouw ketika ditemui, Selasa (10/10) mengatakan bahwa baik BPKP dan Kejati Sulut tidak bisa menepati janjinya.

“Pada saat demo kemarin mereka bilang akhir bulan September sudah ada kerugiannegaranya. Tapi Minggu pertama bulan Oktober 2017 ternyata tidak ada sama sekali,” aku dia.

Berty bahkan mengancam jika dalam waktu dekat ini belum ada hasil kerugian negara, maka pihaknya akan menyambangi Kejati dan BPKP Sulut dengan massa yang lebih banyak lagi.

“Pekan depan kami akan demo Kejati dan BPKP Sulut jika memang kinerja mereka seperti ini. Karena penanganan kasus korupsi akan semakin lambat, jika kinerja dua institusi ini tidak maksimal,” beber dia.

Sementara itu, Pengamat Hukum Unsrat Dr. Ralfie Pinasang ikut menyayangkan kinerja dari kedua lembaga ini.

“Kalau hanya kerugian negara terus butuh waktu yang lama seperti maka masyarakat juga akan berpikir yang negatif tentang kinerja mereka,” kata dia.

Harusnya kedua lemabaga ini saling berkoordinasi untuk membuat Sulut lebih tajam dalam hal Pemberantasan kasus korupsi.

“Ini kan sudah tahapan sidik, artinya sudah semakin dekat dengan proses penyelesaian kasus. Tapi kalau dua lembaga ini terus-menerus seperti ini maka kedua kasus ini tidak akan lanjut ke tahapan selanjutnya,” tegas dia.

Humas BPKP Sulut, Harapan Tampubolon menegaskan bahwa untuk kasus RSJ Ratumbuysang Manado masih menunggu berkas lain dari Kejati Sulut.

“Kalau untuk kasus Pemecah Ombak Likupang kami masih menunggu rangakaian peristiwa korupsi dari Kejati Sulut,” aku dia.

Terpisah, Humas Kejati Sulut Yoni E. Mallaka mengatakan bahwa masih terus memproses kedua kasus ini.

“Kalau untuk berkas yang dilengkapi kita serahkan saja kepada penyidik dan BPKP Sulut. Yang jelas kami masih terus memproses kedua kasus ini,” tandasnya. (tribune manado)

LEAVE A REPLY