Sekjen Kemhan: Jeli dan Peduli, Dua Kata yang Harus Diterapkan Personal Kemhan

kmhnJurnalPatroliNews-Jakarta – Mengawali hari pertamanya sebagai Sekjen Kemhan, Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja memimpin apel luar biasa di lapangan apel Bhinneka Tunggal Ika Setjen Kemhan Jakarta, Senin (16/10). Apel luar biasa yang juga dihadiri Irjen Kemhan Letjen TNI Agus Sutomo, S.E. dan 1726 personel dari seluruh Satker/Subsatker di lingkungan Kemhan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan diri sebagai Sekjen Kemhan yang baru menggantikan Laksdya TNI (Pur) Dr. Widodo yang memasuki purna tugas.

Dalam amanatnya Sekjen Kemhan mengatakan terdapat dua kata yang harus dipedomani dan diterapkan seluruh personel Kemhan jika menginginkan output (keluaran) yang baik, yaitu jeli dan peduli. Jeli melihat hal-hal yang kurang, salah dan tidak pada tempatnya. Untuk itu hendaknya personel Kemhan senantiasa untuk peduli memperbaikinya dan mengembalikan pada tempatnya. Jika dua kata kunci ini dimiliki oleh setiap personel Kemhan. maka tugas-tugas, capaian atau tujuan Kemhan akan terwujud.

Semua itu harus dimulai dari diri kita sendiri diawali dari hal yang terkecil dan kemudian meningkat kepada hal yang lebih besar lagi. Lebih lanjut Sekjen Kemhan mengatakan bahwa hal ini tidaklah mudah, diperlukan waktu, latihan dan kebiasaan. Jika hal tersebut sudah meresap pada diri masing-masing personel maka akan dicapai keluaran (output) yang baik.

Sekjen mengajak kepada seluruh personel Kemhan untuk senantiasa meningkatkan kemampuan serta kepedulian dalam menjalankan tugas sehari-hari. Ketika ada kekurangan dan kesalahan segera peduli untuk memperbaikinya, agar pimpinan dapat mengambil keputusan yang tepat dan masalah dapat segera diselesaikan. “Jangan sekali-kali melakukan sesuatu diluar prosedur atau ketentuan yang dapat menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegas Sekjen.

Sekjen berharap kepada personel Kemhan untuk selalu berbuat yang terbaik sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Dinamika kedepan akan semakin berat. Walaupun sudah berjalan dengan baik namun masih banyak yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Oleh karenanya waktu yang tersisa ini hendaknya digunakan Satker dan Subsatker untuk mengevaluasi kinerja di tahun 2017 ini, agar Kasatker/Kasubsatker dapat mengambil keputusan dan tindakan dalam mengatasi persoalan di Satker/Subsatkernya masing-masing.

Menutup amanatnya, Sekjen mengharapkan dukungan dan kerjasama dari seluruh personel Kemhan untuk keberhasilan tugas-tuugas Kemhan. Tersisa 2.5 bulan lagi untuk menyelesaikan program kerja sesuai dengan kalender kerja masing-masing. Oleh karenanya, evaluasi sangat penting agar pelaksanaan program kerja tidak salah sasaran dengan selalu mengedepankan disiplin dan aturan yang akuntabel. ERA/SSI/ACP (kemhan.go.id)

LEAVE A REPLY