Mobil Listrik Siap Beroperasi 2018

tokoh-malaysia-lebih-peduli-kreator-mobil-listrik-indonesiaJurnalPatroliNews JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) merestui pengoperasian kendaraan listrik dimulai akhir tahun ini. Sejumlah pihak pun sebelumnya sudah melakukan pengembangan mobil listrik.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan pengoperasian mobil listrik secara massal dapat berjalan tahun depan di kota-kota besar, khususnya di Jakarta sesuai perintah Presiden Jokowi.

“Pak Presiden sudah meminta mobil listrik sudah ada yang beroperasi mulai tahun depan. Jadi, sudah bukan menjadi pilihan lagi,” ucap Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Teknologi, Energi dan Lingkungan Prasetyo Boeditjahjono dalam sebuah talkshow di Jakarta, Minggu (29/10).

Menurutnya, beralihnya penggunaan mobil berbahan bakar fosil atau biasa disebut mobil konvensional ke mobil listrik sudah menjadi keputusan tetap pemerintah. Pengembangan mobil listrik dinilai bisa mencapai nawa cita pemerintahan Jokowi-JK untuk mewujudkan ketahanan energi. Cadangan minyak dan gas bumi nasional bisa naik dari peralihan ke mobil listrik.

Prasetyo menuturkan, Indonesia bisa belajar dari negara lain yang sudah lebih dulu mengembangkan kendaraan listrik. Semuanya ada dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, terkait insentif.

Sebagai contoh di Amerika Serikat (AS), penyelenggaraan kendaraan listrik didukung dengan pemberian insentif pajak federal sebesar US$ 7.500 per kendaraan. Kemudian di Denmark, ada pembebasan pajak registrasi dan pajak sirkulasi tahunan, serta pembebasan biaya parkir.

Di Norwegia misalnya, ada insentif bagi pembangunan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) 10 ribu NOK per parkir, bebas uang parkir di pusat kota dan uang tol, 400 stasiun menyediakan listrik dan parkir gratis, dan penerapan pajak emisi.

Yang terpenting bagi Kementerian Perhubungan, imbuh Prasetyo, mobil listrik yang dirangkai nantinya harus lulus uji tipe dan uji berkala. Lalu, harus ada penyesuaian surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang selama ini tertulis cc (cubical centimeter) menjadi kw (kilowatt).

Saat ini, Kemenhub masih memproses hal tersebut dengan Kepolisian agar akhir tahun ini STNK untuk kendaraan berbasis listrik bisa keluar. dai

LEAVE A REPLY