Realisasi PNBP Pertambangan Meningkat, Mencapai 96,91 Persen Per 26 Oktober 2017

 batubara okJurnalpatrolinews – JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pertambangan sektor pertambangan mineral dan batu bara diperkirakan melampaui target pada tahun ini. Saat ini sudah menunjukkan angka yang signifikan, sudah mencapai sekitar Rp 31,4 triliun pada akhir Oktober lalu. Sedangkan target PNBP pertambangan 2017 sebesar Rp 32,4 triliun.

Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Jonson Pakpahan mengatakan realisasi PNBP tersebut sudah mencapai 96,91 persen dari target. Dengan dua bulan tersisa hingga tutup tahun maka diperkirakan target bisa terpenuhi dan bahkan terlampaui.

“Hingga 26 Oktober kemarin realisasi PNBP sudah mencapai Rp 31,4 triliun,” kata Jonson di Jakarta, Senin (6/11).

Jonson menerangkan membaiknya penerimaan negara ini seiring dengan menguatnya harga batu bara. Pasalnya 80 persen penerimaan negara tersebut disumbang oleh sektor batu bara. Rata-rata harga batu bara acuan (HBA) Januari-Oktober kemarin tercatat sebesar US$ 84,22 per ton. Rata-rata tersebut lebih tinggi dari Asumsi harga saat PNBP ditetapkan sebesar US$ 75 per ton.

Meski melampaui? target, lanjut Jonson, pihaknya terus mengejar tunggakan perusahaan tambang. Tercatat piutang negara saat ini sekitar Rp 3,9 triliun. Dia menyebut tunggakan itu mayoritas dari perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang belum mengantongi clean and clear  (CnC). “Tetap kami kejar terus potensi penerimaan dari situ. Khusus tunggakan yang lama sudah masuk hampir Rp 1 triliun,” tegasnya.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi PNBP tahun ini lebih tinggi ketimbang tiga tahun terakhir. Pada 2014 misalnya PNBP mencapai Rp 35,4 triliun. Kemudian setahun berselang PNBP hanya Rp 29,63 triliun dan di 2016 kemarin sebesar Rp 27,21 triliun. Faktor melemahnya harga batu bara berkolerasi dengan penerimaan negara tersebut.(Luk*)

LEAVE A REPLY