Arab Saudi-Iran Tegang, Putra Mahkota Tuduh Iran Lakukan ‘Agresi Langsung’

Mohammed bin Salman menaikkan pangkat Laksamana Fahd bin Abdullah Al-Ghifaili menjadi Kepala Staf Angkatan Laut Arab Saudi pada hari Selasa (07/11).
Mohammed bin Salman menaikkan pangkat Laksamana Fahd bin Abdullah Al-Ghifaili menjadi Kepala Staf Angkatan Laut Arab Saudi pada hari Selasa (07/11).

JurnalPatroliNews – Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengatakan tindakan Iran yang menyediakan rudal kepada pemberontak di Yaman dapat digolongkan sebagai aksi perang terhadap Arab Saudi.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah pada hari Sabtu (04/11), kelompok pemberontak menembakkan roket dari Yaman melintasi perbatasan ke Arab Saudi dengan sasaran ibu kota negara itu, Riyadh.

Sejak 2015 koalisi militer pimpinan Arab Saudi memberikan dukungan kepada pemerintah Yaman dalam perang melawan pemberontak Houthi, yang bersekutu dengan Iran. Negara itu membantah telah memberikan persenjataan kepada kelompok pemberontak Houthi.

“Keterlibatan Iran dalam menyuplai rudal kepada Houthi merupakan agresi langsung oleh rezim Iran,” tegas Pangeran Mohammed bin Salman sebagaimana dikutip kantor berita Arab Saudi.

Ditambahkannya bahwa tindakan Iran “dapat digolongkan sebagai aksi perang”.

Tuduhan Arab Saudi ‘berbahaya’

Iran, melalui Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, menanggapi tuduhan bahwa pihaknya terlibat dalam agresi melawan Arab Saudi dengan mengatakan bahwa tudingan itu “bertentangan dengan realitas”.

Ketika berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, Zarif mengatakan “tuduhan-tuduhan yang dilontarkan oleh para pejabat Arab Saudi bertentangan dengan realitas dan berbahaya,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris, Bahram Qassemi.

Pada hari Senin (06/11) Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan kepada CNN bahwa sejumlah anggota gerakan Hisbullah dari Libanon yang menjadi sekutu Iran, meluncurkan rudal. Menurut pihak berwenang, rudal berhasil ditangkal sebelum menghantam Bandara Internasional King Khalid. Suara ledakan terdengar di dekat bandara dan sejumlah pecahan rudal jatuh di sekitarnya.

Namun Kementerian Iran menegaskan peluncuran rudal itu merupakan “tindakan independen” kelompok pemberontak Houthi sebagai tanggapan atas “agresi” koalisi pimpinan Arab Saudi.

Pada hari Selasa (07/11) Amerika Serikat juga menuduh Iran menyuplai rudal kepada pemberontak di Yaman. Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan tindakan Iran bertentangan dengan resolusi PBB.

Wartawan BBC masalah diplomatik Jonathan Marcus melaporkan Iran dan Arab Saudi terlibat dalam ‘Perang Dingin’ regional untuk memperebutkan pengaruh dan kekuasaan.

“Dan seperti Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, meskipun kedua protagonis tidak terlibat langsung dalam perang melawan satu sama lain, mereka atau wakil mereka terlibat dalam sejumlah medan tempur lain,” jelasnya. (BBC Indonesia)

LEAVE A REPLY