Penyuap Walikota Batu Disidang

b70d61e0-dc30-48a4-9dfd-a5c6f2769f28_169JurnalPatroliNews JAKARTA – Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengungkapkan penyidik KPK telah merampungkan berkas penyidikan pengusaha Filipus Djap dalam kasus tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait proyek pengadaan meubelair di Pemerintah Kota (Pemkot) Batu Tahun Anggaran 2017. Penyidik KPK pun telah melimpahkan berkas Filipus ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK untuk dilanjutkan ke tahap penuntutan.

“Hari ini dilakukan penyerahan barang bukti dan tersangka FLP (Filipus Djap) wiraswasta dalam tindak pidana korupsi suap terkait dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2017 ke penuntutan,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Rabu (8/11/2017).

Selama menunggu persidangan, Filipus akan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Madaeng, Surabaya. Penitipan dilakukan guna memudahkan jalannya persidangan nanti.

Pada penyidikan kasus ini, Filipus sudah diperiksa selama empat kali sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap Wali Kota Batu terkait proyek pengadaan meubel air di Pemkot Batu tahun anggaran 2017.

Selain Filipus, KPK juga menetapkan Wali Kota nonaktif Batu Eddy Rumpoko, dan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkot Batu Edi Setyawan sebagai tersangka.

Filipus diduga memberikan uang kepada Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko terkait fee 10 persen atau Rp 500 juta untuk Wali Kota dari proyek belanja modal dan mesin pengadaan mebel di Pemkot Batu Tahun Anggaran 2017 yang dimenangkan PT DP (PT Dailbana Prima) dengan nilai proyek Rp 5,26 miliar. Uang suap itu terdiri dari uang tunai sebanyak Rp 200 juta dan Rp 300 juta dipotong FLP untuk melunasi pembayaran mobil Toyota Alphard. Tak hanya itu, Filipus juga memberikan suap sebesar Rp 100 juta kepada Edi Setyawan sebagai fee untuk panitia pengadaan.

Filipus yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Eddy Rumpoko dan Edi Setyawan yang menjadi tersangka penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (dai)

LEAVE A REPLY