BNN Gagalkan Penyeludupan Narkoba Jaringan Malaysia

FUbQwCm3coJurnalPatroliNews JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 220 kg, yang dikendalikan oleh jaringan Malaysia-Aceh.

Selain sabu, petugas BNN juga mengamankan 8 ribu butir pil ekstasi, serta 10 ribu butir pil happy five dari tangan para tersangka yang berjumlah empat orang. Jaringan Malaysia-Aceh ini termasuk dalam jaringan narkotika internasional, dan dikendalikan oleh seorang narapidana bernama Dulah, penghuni lapas Langsa, Aceh.

Pengungkapan kasus ini berawal dari tertangkapnya seorang pria berinisial UD oleh tim BNN di kawasan Idie Rayeuk, Aceh pada 1 November 2017.

“Ini dikendalikan oleh Dulah, seorang napi yang dulu sempat kabur dan ditangkap BNN. Sekarang dia di Lapas Langsa,” ungkap Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas) di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (9/11/2017).

Masih di jaringan yang sama, BNN kembali membidik satu tersangka lain berinisial ABR. ABR ditangkap sesaat setelah menerima barang haram itu di sebuah pom bensin di Bukit Tinggi, Minggu 5 November 2017. ABR sempat melarikan diri, namun akhirnya ditangkap oleh petugas BNN setelah mobil yang ia kendarai terperosok ke parit.

“Dari tangan ABR, BNN menyita 30 bungkus sabu seberat 32,9 kilogram,” imbuh Buwas.

Masih di hari yang sama, BNN kembali menangkap tersangka keempat yaitu FRZ. FRZ kedapatan membawa 30 bungkus sabu seberat 38,9 kilogram dan satu bungkus narkotika jenis Happy Five sebanyak 10 ribu butir.

Keempat tersangka kini ditahan di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, guna penyelidikan lebih lanjut. Keempatnya diduga kuat terafiliasi dengan jaringan narkoba sindikat Malaysia-Myanmar-Thailand. (dai)

LEAVE A REPLY