Ulama di Madura Laporkan Megawati Ketum PDIP Ke Polda Jawa Timur Diduga Melanggar Pasal 156 KUHP

Megawati Soekarno Putri
Megawati Soekarno Putri

JurnalPatroliNews-Surabaya – Para ulama di Madura mendatangi gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur. Mereka melaporkan Megawati Soekarnoputri-Ketua Umum PDI Perjuangan, atas isi pidatonya di HUT ke 44 PDIP, yang diduga melanggar Pasal 156 KUHP.

“Saya sempat berdebat dengan petugas SPKT. Akhirnya laporan klien kami diterima,” kata Andry Ernawan kuasa hukum pelapor di gedung SPKT Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (8/11). Para ulama dari Madura telah menerima Tanda bukti lapor dengan nomor TBL/1447/XI/2017/UM/JATIM pada Rabu 8 November 2017. Pelapor adalah KH M Ali Salim yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Ishlah, Pamekasan.

Bukti laporan yang diserahkan ke polisi yakni CD yang isinya rekaman video pidato Ketum Megawati saat pidato dalam rangka HUT ke 44 PDIP di Jakarta pada Januari 2017 lalu. “Kami melaporkan dugaan, Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan, permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap sesuatu atau beberapa golongan penduduk Negara Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 KUHP,” jelas Andir.

Sementara itu, Ustaz Saifudin, juru bicara pelapor mengatakan, pidato yang disampaikan Megawati Soekarno putri menyinggung umat umat Islam di Madura, Pidato Megawati itu berlangsung Januari lalu. Ustaz Saifudin mengatakan, kiyai di Madura melaporkan Megawati ke Polda Jatim, karena baru mendengarnya. “Kiyai di Madura melaporkan sekarang, setelah mereka mendengar dan mendapatkan laporan dari umat Islam dari santrinya.

Akhirnya membuka ‘YouTube’, walau agak terlambat,” jelasnya. Sebelum ini, sebuah LSM juga pernah melaporkan Megawati terkait pidato yang sama ke Bareskrim Mabes Polri pada 23 Januari 2017 lalu. Ditanya tentang adanya laporan yang sama atas isi pidato Megawati. Kiyai di Madura ini mengaku tidak tahu ada laporan sebelumnya atau tidak. “Kiyai Madura, umat Islam di Madura, tidak tahu ada laporan atau tidak. Mereka mendapatkan laporan dari umat Islam dari santrinya. Kemudian mereka membuka YouTube, membuka medsos, mereka print, mereka simpan di CD dan dibawa dilaporkan ke polda,” pungkasnya. (Luk*)

 

LEAVE A REPLY