Demo Buruh Tolak UMP di Balai Kota

661560_720JurnalPatroliNews JAKARTA – Massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan berdemonstrasi di Balai Kota DKI Jakarta dan Istana Negara, Jumat (10/11).

Adapun tuntutan buruh dalam aksi yang bertepatan pada Hari Pahlawan ini di antaranya, mencabut mandat Gubernur dan Wakil Gubernur yang dinilai telah menerapkan upah minimum yang tidak sesuai, menolak upah minimum berdasarkan PP 78/2015 dan menuntut revisi, menurunkan harga sembako, listrik, dan lain sebagainya.

Massa buruh menyebut Gubernur Anies Baswedan telah mengingkari janji politik pada masa kampanyenya.

Para peserta aksi semakin panas. Mereka meminta dipertemukan dengan gubernur. Namun karena tidak digubris mereka memaksa mendobrak gerbang Balai Kota. Sekali dua kali mereka lakukan sebagai bentuk gertakan. Kendati gerbang sempat dibuka sedikit, massa tetap mendobrak gerbang. Namun, tidak ada yang mencoba menerobos masuk.

Pihak Polda Metro Jaya menyatakan mempersiapkan 15 ribu personel untuk mengamankan aksi buruh tersebut.

Balai Kota DKI Jakarta dalam beberapa hari terakhir kerap menjadi tempat sasaran aksi demonstrasi buruh. Hal itu tak lepas dari kebijakan Pemprov DKI yang menetapkan UMP DKI Jakarta sebesar Rp3,6 juta atau lebih rendah dari tuntutan buruh sebesar Rp3,9 juta. (dai)

LEAVE A REPLY