Kepala RSU Abdul Manan Simatupang dan Lima Orang Bawahannya Kena OTT

ilustrasi
ilustrasi

JurnalPatroliNews-Medan – Kepolisian Resort (Polres) Asahan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala Rumah Sakit Umum (RSU) Abdul Manan Simatupang, dr Edi Iskandar dan lima bawahannya di Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

 

“OTT ini terkait Pungutan liar atas pemeriksaan urine. Masyarakat dipungut di atas biaya dasar sebesar Rp 150.000. Masyarakat dikutip biaya Rp 250.000/orangnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Bayu Putra Samara, Jumat (10/11).

Ditambahkan, lima bawahan Edi Iskandar itu adalah staf tata usaha bernama Zubaidah, bendahara Nurhazizah Tanjung, Kepala ruang instalasi Laboratorium, Agus Hariyanto, dan dua orang staf Kamar Kartu Yusnizar Nainggolan beserta Nurmala.

Barang bukti yang diamankan berupa uang sebesar Rp 1.054.000, berkas dan pembukuan keuangan pihak rumah sakit.

‘Pengutipan itu bertentangan dengan peraturan daerah Nomor 14 Tahun 2014 dengan biaya pemeriksaan Rp 150.000’.

“Fakta di lapangan, pihak Rumah sakit justru menerapkan perda Nomor 12 Tahun 2011 tentang jasa retribusi umum. Biaya yang dipungut rumah sakit Rp 250.000. Tarif pemeriksaan ini sudah berlangsung tiga tahun,” katanya.

Iptu Pol Rianto, Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Asahan menduga, para pelaku diduga meraup keuntungan sangat besar dari pungutan yang berjalan selama tiga tahun tersebut.

“Ini diketahui berdasarkan hasil penyelidikan yang kita lakukan. Mereka yang terkena OTT ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” sebutnya.(**)

LEAVE A REPLY