Warih Sadono, Kepala BKKBN Nginap di Rutan Salemba Cabang Kejagung

warihJurnalPatroliNews-Jakarta РKejaksaan Agung menahan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Candra Surapat. Surya sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi  pengadaan alat KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter tahun anggaran 2014-2015.

Kejaksaan Agung menahan Surya setelah dua kali melakukan pemeriksaan. Pertama pada 19 Oktober 2017 dan hari ini, 8 November 2017. Kuasa hukum Surya Chandra, Edi Utama menghargai keputusan Kejaksaan Agung. Namun pihaknya tidak akan berdiam diri. Edi akan menempuh upaya hukum untuk menyikapi penahanan terhadap kliennya.

Edi akan mengajukan penangguhan penahanan terhadap kliennya. Tidak hanya itu, dia juga berencana mengajukan praperadilan atas status tersangka yang disandang kliennya.

“Tapi secara yuridis kami melihat urusan ini enggak seserem apa yang ada dalam gambaran. Walaupun itu akan diuji di pengadilan ya. Dan kami berharap bahwa pihak Kejagung akan memberi kebijakan lain. Bahwa beliau bisa ditahan di luar minimal ganti jenis penahanan,” ujar Edi di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (8/11).

Edi menegaskan, kliennya tak mungkin melakukan korupsi pengadaan alat KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter tahun anggaran 2014-2015. Dia menceritakan, Surya baru menjabat sebagai Kepala BKKBN pada Mei 2015. Saat Surya mulai menjabat, proses tender sudah berjalan.

Di tengah perjalanan tender, tiba-tiba Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) membuat surat usulan pembatalan lelang. Sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang tertuang dalam PP 54/2010, kata dia, tanggung jawab pembatalan pada level PPK bukan Kepala BKKBN.

“Level teknis enggak harus mencuat sampai ke atas, enggak sampai ke kepala. Itu nanti kita uji lah. Sekali lagi kita berharap Kejagung akan bijaksana,” ucapnya.

Dia mengatakan, dalam pengambilan keputusan terkait anggaran, kliennya selalu melibatkan semua pihak yang berkepentingan. “Intervensi dari Pak Surya tidak ada. Beliau kan selalu melibatkan seluruh pejabat untuk mengambil keputusan. Karena beliau tahu ini enggak bisa diputuskan sendiri,” ucapnya.

Sebelumnya, Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus), Rabu, menahan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Candra Surapaty, tersangka dugaan korupsi pengadaan alat KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter tahun anggaran 2014-2015.

“Penyidik sudah menahan Kepala BKKBN SCS terkait dugaan korupsi pengadaan KB II,” kata Direktur Penyidikan (Dirdik) pada JAM Pidsus, Warih Sadono di Gedung Kejagung, Rabu (8/11).

Penahanan Surya terhitung sampai 20 hari ke depan dari 8 November 2017 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejagung.(luk*)

LEAVE A REPLY