Fahri Hamzah Angkat Bicara Soal Novanto, Sekarang Ini Penegak Hukum KPK Terlalu Banyak Kepentingan di Dalamnya

fahriJurnalPatroliNews-Jakarta – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, sempat ada pertemuan Ketua DPR Setya Novanto dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pertemuan itu diduga untuk melakukan negosiasi terkait dengan Panitia Khusus (Pansus) Angket DPR terhadap KPK.

“Saya mendengar, ada pimpinan KPK yang bilang begini, ini terkait nanti yang saya bilang soal perebutan tiket. Pak Novanto itu kan berkali-kali didatangi untuk diajak nego. Malah dia mau ngajak nego termasuk soal pansus angket,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13/11).

Kata Fahri, Dari pertemuan itu, dia juga  menduga ada negosiasi terkait kehadiran KPK di Pansus Angket.

“Pimpinan KPK, sempat melakukan nego agar tidak di panggil oleh Pansus Angket,” bebernya.

Lanjut Fahri, kemudian ada lagi lah pimpinan KPK yang minta nego juga supaya tidak dipanggil oleh angket.

“Saya bilang enggak bisa pak? Angket itu adalah mekanisme yang independen, enggak ada hubungannya dengan pimpinan, saya bilang begitu,” tegasnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga sempat memberikan pandangannya pada Novanto bahwa pansus angket bersifat independen dan tidak bisa di intervensi oleh pimpinan DPR. Sebab, mekanisme itu terlepas dari kewenangan pimpinan DPR.

“Sehingga saya sendiri mengunci supaya jangan ada intervensi kepada mekanisme DPR, karena DPR adalah lembaga independen. Enggak boleh diganggu-ganggu gitu,” ucapnya.

Dia mengatakan, sekarang ini penegakan hukum KPK tak lagi berdasarkan hukum. Menurutnya terlalu banyak kepentingan di dalam internal KPK.

“Dia ngomong begitu. Itu konfirmasinya dateng dari beberapa tempat dan kemudian juga Pak Novanto istilahnya itu mengiyakan itu. Itu artinya memang sebenarnya ini justru lebih banyak urusan mau bukan dengan hukum lagi, karena fakta hukumnya itu sudah tidak ada yang terungkap,” tandasnya. (Luk*)

LEAVE A REPLY