Harga Batu Bara Naik Jelang Tutup Tahun

a3JkD7vGmcJurnalPatroliNews – Kenaikan harga komoditas batu bara berdampak signifikan pada kinerja produsen batu bara pada periode sembilan bulan 2017.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan HBA bulan ini naik 0,86 persen dibandingkan HBA Oktober kemarin sebesar US$ 93,33 ton. “HBA November ditetapkan sebesar US$ 94,80/ton,” kata Dadan di Jakarta, Minggu (12/11).

Namun angka ekspor batu bara Indonesia ke China selama Januari-Agustus 2017 masih di bawah Australia yang nilai ekspor batu baranya ke China telah mencapai US$ 6,51 miliar.

Dadan menuturkan menguatnya harga bulan ini dipengaruhi oleh index pasar internasional. Pasalnya ada empat index yang digunakan dalam menghitung formula HBA. Adapun keempat index itu yakni Indonesia Coal Index (ICI), New Castle Global Coal (GC), New Castle Export Index (NEX), dan Platts59. Masing-masing indeks memiliki porsi 25 persen dalam formula. Hanya saja Dadan tidak menjelaskan kenaikan keempat index tersebut.

“Kenaikan harga disebabkan perubahan di indeks-indeks yang jadi pembentuk HBA,” ujarnya.

Nilai ekspor batu bara ringan dari Indonesia ke China tercatat paling tinggi, disusul Filipina, Rusia, Mongolia, dan Malaysia.

Potensi batu bara di Indonesia diperkirakan mencapai 105,187 juta ton dengan jumlah cadangan 21,131 juta ton.

Di ajang CCME, anjungan Indonesia banyak didatangi pengunjung pameran, baik dari daratan Tiongkok mau pun mancanegara, yang ingin melihat langsung contoh batu bara dari Indonesia yang ditambang oleh PT Borneo Pasifik Global di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. (dai)

LEAVE A REPLY