Penyatuan Golongan Daya Listrik, Tarif Tidak Naik

Petugas merapihkan meteran listrik pada sebuah rumah susun di Jakarta, Selasa (13/1). PT PLN meminta persetujuan Kementerian ESDM untuk menunda kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) pada dua golongan yakni golongan Rumah Tangga R-1/TR daya 1.300 VA dan Rumah Tangga R-1/TR daya 2.200 VA hingga Maret atau April 2015. ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna/Rei/ama/15.

JurnalPatroliNews JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) sedang menggodok penyederhanaan kelas golongan pelanggan listrik rumah tangga non-subsidi.

Penyederhanaan tidak berlaku bagi pelanggan rumah tangga penerima subsidi. Golongan 450 VA dengan pelanggan sebanyak 23 juta rumah tangga dan golongan 900 VA dengan pelanggan 6,5 juta rumah tangga yang disubsidi oleh pemerintah, tidak mengalami perubahan. Hal ini sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2018.

Kementerian ESDM mengatakan akan ada penyatuan golongan daya listrik pelanggan PLN tipe residensial. Untuk nonsubsidi golongan 900VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA itu disatukan menjadi 4.400 VA. Tapi tetap ada yang 450 VA dan 900 VA, tapi yang disubsidi oleh pemerintah.

Kenaikan dan penambahan daya tersebut tidak akan berpengaruh pada pengeluaran biaya listrik masyarakat karena tidak akan dikenakan biaya apa pun dan besaran tarif per kWh tidak akan berubah.

Pemerintah berharap dengan penyederhanaan golongan pelanggan listrik tersebut, tenaga listrik lebih bisa diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia. Karena visi besar pemerintah dalam bidang kelistrikkan adalah menaikkan kapasitas listrik, pemerataan layanan listrik dengan target elektrifikasi nasional 97% hingga tahun 2019, dan keterjangkauan masyarakat dalam mengakses listrik.

Dengan begitu, masyarakat yang memiliki Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga akan diuntungkan dengan program ini. Hal itu karena selama ini UMKM rata-rata adalah pelanggan golongan 1.300 VA hingga 3.300 VA. Dengan kenaikan daya tanpa tambahan biaya dan tanpa kenaikan tarif per kWh, UMKM dapat berkembang karena bisa memperoleh daya listrik yang lebih besar tanpa mengeluarkan biaya tambahan.  (dai)

LEAVE A REPLY