Panglima TNI: Gerakan Separatis Dihimbau Menyerah

1510635743-2017-11-14_120120JurnalPatroliNews JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberi ultimatum kepada gerakan separatis bersenjata di Papua. Kelompok separatis ini dihimbau untuk menyerah. Kelompok ini juga diketahui tengah menyandera dua desa di Papua.

Hal tersebut ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kepada wartawan usai acara Penyerahan Tanah yang berasal dari kegiatan Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar, di Aula Prona, lantai 7 Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2017).

“TNI akan bertindak apabila dengan cara persuasif tidak bisa,” ujarnya.

Gatot menjelaskan, bahwa berdasarkan video yang telah beredar, dengan adanya korban penyiksaan warga sampai meninggal yang terjadi di Papua, itu dilakukan oleh gerakan separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM). “TNI dan kepolisian berusaha semaksimal mungkin melakukan tindakan persuasif, dan menyiapkan langkah-langkah untuk tindakan emergency,” ujarnya.

“TNI dan Kepolisian sudah menghimbau Gerakan Separatis Bersenjata di Papua, untuk menyerahkan diri, tapi sampai sekarang belum ada yang menyerahkan diri, dan kita akan tetap berusaha terus sampai berhasil,” sambung Jenderal Gatot.

Adapun personel Kodam XVII/Cenderawasih sudah disiagakan untuk sewaktu-waktu dikerahkan menanggulangi penyanderaan bersenjata itu. Sejak beberapa waktu lalu, keberadaan unsur TNI AD di sana sudah di-bawah kendali operasi-kan kepada Polda Papua.

TNI pernah memiliki kisah sukses penanggulangan gerakan separatis bersenjata Papua, saat kelompok Kelly Kwalik, menyandera puluhan orang peneliti di Ekspedisi Lorentz dan penyanderaan itu berlangsung beberapa pekan serta berpindah-pindah.

Dalam operasi penanggulangan yang diberi nama Operasi Mapnduma dengan komandan operasi Brigadir Jenderal TNI Prabowo Subianto, Kwalik cs bisa ditaklukkan. (dai)

LEAVE A REPLY