Transportasi Online, Antara Kebutuhan dan Teknologi

Ojek OnlineJakarta – JP : Penyelesaian masalah Ojek Online dan Taxi Online masih dalam tahap penyempurnaan. Namun efeknya masih sering terjadi demo pengemudi angkot maupun taxi konvensional yang menolak keberadaan Ojek Online dan Taxi Online hingga berbuntut kekerasan.

Pemerintah dinilai sangat perlu membuat regulasi lintas sektoral untuk menyelesaikan masalah ini khususnya, dan membuat aturan terkait perkembangan teknologi umumnya.

Hal ini disampaikan Deputi Direktur Riset Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), Wahyudi Djafar saat ditanyai soal tuntutan pengemudi ojek online yang meminta pemerintah memberikan kejelasan regulasi bagi mereka.

“Terkait ojek online, meski layanan tersebut dijalankan dengan secara online tetapi implikasinya terasa secara offline juga. Sehingga aturan yang dibuat tak bisa hanya dari aturan Kemenkominfo atau hanya aturan Kemenhub saja”, jelas nya.

Pengamat ekonomi Berly Martawarya juga menilai bahwa pengaturan ojek Online akan lebih sulit ketimbang kasus taksi online.

“Ojek Online lebih repot, harus ubah UU, DPR harus terlibat,” tuturnya.

Ia menambahkan, “jika aturan ojek online dinilai mendesak, saya menyarankan untuk diterbitkannya Peraturan Pemerintah terlebih dulu”, tambah nya… (ABI)

LEAVE A REPLY