Promosi Wisata Nyiur Melambai, Hadirkan 237 Penari Kabasaran di Bunderan HI

Tarian Kabasaran
Tarian Kabasaran

JurnalPatroliNews-Jakarta : Festival Budaya Tonsea – Minahasa digelar di Ibu Kota Negara, Jakarta selama dua hari. Mulai tanggal 25-26 November 2017.

Pagelaran adat dan seni budaya Tonsea Minahasa dan Deklarasi Tahun Kunjungan wisata Sulawesi Utara 2018 ini dilaksanakan di Anjungan Sulawesi Utara Taman Mini Indonesia Indah.

Kegiatan ini dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Walikota Bitung Maximilian Lomban, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Angelica Tengker, Sektretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara Jemmy Kuhu, Mantan Bupati Minahasa Utara Sompie Singal, serta sejumlah tokoh masyarakat asal Sulawesi Utara.

Rangkaian Festival Budaya Tonsea Minahasa diisi berbagai kegiatan seperti Seminar, Permainan Rakyat Tonsea, Pagelaran Adat dan Budaya.

Puncak acara  Defile parade yang dilaksanakan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia saat Car Free Day dengan menghadirkan 237 penari Tarian Kabasaran, empat orang berkuda, tarian Minahasa serta 1.000 warga Minahasa yang berada di perantauan.

Ketua Umum Paimpuluan ne Tonsea Jorry S. Koloay mengatakan, perhimpunan warga Minahasa etnis Tonsea (Paimpuluan ne Tonsea) yang berada di Jabodetabek merasa terpanggil untuk mengambil bagian dalam merawat, mempertahankan, menjaga serta melestarikan budaya Minahasa. Semuanya dipastikan akan terus dikawal di tengah derasnya arus globalisasi dan tuntutan zaman.

“Dimana pun kita berada disitulah kita harus mengenalkan dan mewariskan kebudayaan yang kita miliki. Baik itu di sekolah, di lingkungan masyarakat, lingkungan pekerjaan, ataupun di perantauan maupun di luar Negara Indonesia,” Kata Jorry.

Imelda Rooroh, Keke (Perempuan) Tonsea yang telah sukses dan berkarir di Jakarta mengatakan, bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pelestarian budaya Tonsea Minahasa, bagian dari menjaga kerukunan sesama anak bangsa dan untuk mempromosikan Bumi Nyiur Melambai.

“Kegiatan ini memiliki banyak manfaat. Kita dapat meneruskan dan melestarikan budaya Tonsea – Minahasa dan juga bagian dari komitmen kebangsaan orang Tonsea untuk menjaga kerukunan sesama anak bangsa. Festival ini juga berguna untuk terus mempromosikan Bumi Nyiur Melambai, Sulawesi Utara”. Kata Melda. (**)

LEAVE A REPLY