Riau Darurat HIV/AIDS, Dari Ibu Rumah Tangga Sampai Mahasiswa

hivJurnalPatroliNews-Pekanbaru – Secara Data Nasional Proporsi ibu rumah tangga (IRT) yang terkena HIV/AIDS sebesar 2,5 persen. Namun di Riau, angkanya meningkat tajam sampai 4 persen.

“Di Riau memang saat ini kondisi ibu rumah tangga yang terkena HIV cenderung meningkat. Ini menyebar di seluruh wilayah Riau,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Riau, dr Sri Suryaningsi MSc- Ph, Senin (4/12).

Sri menjelaskan, secara global masyarakat yang terkena HIV di Riau sejak tahun 1997 hingga 2017 sekitar 3.000 orang. Untuk yang terkena AIDS berkisar 2.500 orang lebih.

“Dari jumlah itu, termasuk ibu rumah tangga yang cenderung meningkat dalam hitungan beberapa tahun terakhir,” kata Sri.

Ibu Rumah Tangga (IRT) yang terkena HIV, kata Sri, justru pada usia produktif antara usia 20 tahun hingga 45 tahun. Ini diketahui, dari beberapa pemeriksaan, misalnya dari donor darah, atau periksa kehamilan.

“Mereka umumnya tidak menyadari jika terkena HIV. Karena mereka selama ini merasa tidak berbuat yang aneh-aneh, tapi justru mereka bisa terkena HIV,” kata Sri.

Dari beberapa pendampingan yang dilakukan, kata Sri, tingkat kemungkinan terjadi karena tertular dari suaminya. Umumnya mereka dari IRT ekonomi menengah.

“Tapi bukan berarti IRT ekonomi kelas atas tidak ada ya. Bisa jadi mereka (IRT ekonomi atas) tidak melakukan pemeriksaannya di Riau, ya mungkin di luar negeri, jadi tidak diketahui atau tidak terdata,” kata Sri.

Ada juga yang terdata, kata Sri, IRT yang terkena HIV dari suami pertamanya. Ini diketahui ketika suaminya meninggal dunia. Dari sana si istri melakukan pemeriksaan darah, dan diketahui jika terkena HIV.

“Nah, si istri tadi kini malah menikah lagi. Namun lewat pendampingan kita sampaikan, sebaiknya dengan suami keduanya untuk menggunakan alat pengaman berupa kondom agar tidak menular,” kata Sri.

Masih menurut Sri, kini bagi ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di RS atau Puskesmas untuk dianjurkan tetap melakukan pemeriksaan darah. Hal Ini untuk memastikan ada atau tidaknya tertular HIV atau AIDS.

Penyebaran HIV dan AIDS di Riau, kata Sri, penyebarannya kini semakin merata. Tidak hanya pada pekerja sex komersil, atau LGBT atau waria.

“Namun data yang terhimpun dari TNI, PNS, mahasiswa dan remaja juga ada,” tutup Sri. (**)

LEAVE A REPLY