Kerugian Korupsi Kredit Modal Kerja Sang Hyang Seri 65 miliar Rupiah

582-kapuspenkum_kejagung_m_rum-718x452JurnalPatroliNews JAKARTA – Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung M. Rum menyatakan berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kerugian negara akibat dugaan korupsi penggunaan Kredit Modal Kerja (KMK) oleh Kantor Regional I PT Sang Hyang Seri (Persero) Sukamadi, Jawa Barat pada 2012-2013 mencapai Rp 65 miliar.

“Dari audit BPK, kerugiannya mencapai Rp65 miliar,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Rum di Jakarta, Senin malam. (5/12)

Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) telah menetapkan dua tersangka dalam kasus itu, inisial KPK, mantan Kepala Divisi Keuangan PT SHS (Persero) pusat periode 2012 berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-91/F.2/Fd.1/10/2017 tanggal 25 Oktober 2017.

HS, Kepala Bagian Keuangan PT Sang Hyang Seri (Persero) periode tahun 2012 berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-95/F.2/Fd.1/10/2017 tanggal 27 Oktober 2017.

Menurut M. Rum, penggunaan KMK bermasalah karena tidak bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan mekanisme yang ada. “Penyidik sampai sekarang terus memeriksa saksi untuk membuat terang kasus itu,” kata dia.

Rum berujar penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus telah memeriksa 30 saksi. Di antara saksi-saksi itu ada yang diperiksa pada Senin siang, yakni bekas sopir honorer di Kantor Regional I PT Sang Hyang Seri (Persero) Sukamandi, Danang Rahmat.

“Pada pokoknya menerangkan mengenai penyaluran dana kredit modal kerja dari PT Sang Hyang Seri (persero) Pusat kepada Kantor Regional I PT Sang Hyang Seri (persero) Sukamandi,” katanya.

Untuk dua tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 9, Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (dai)

LEAVE A REPLY