Presiden Joko Widodo Minta Penyaluran Rastra Dievaluasi

Ratas-Evaluasi-Pelaksanaan-Program-Rastra-051217-pus-4JurnalPatroliNews BOGOR – Presiden Joko Widodo minta kementerian terkait jangan asal menambah target penerima program rastra atau beras sejahtera. Program itu harus dievaluasi terlebih dahulu.

“Sejak 2017, Rastra penyalurannya telah diubah menjadi kartu, telah diuji coba di 44 kota, melibatkan 1,2 juta penerima manfaat dan saya minta ini jangan ditambah dulu, dicek, dievaluasi dulu betul, supaya di lapangan jalan baik,” kata Presiden saat membuka rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (5/12).

Dalam ratas ini turut hadir Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Lalu hadir pula Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Presiden mengatakan, evaluasi tersebut sangat penting. Pada Maret 2018 mendatang, Badan Pusat Statiatik (BPS) bakal melaksanakan survei sosial ekonomi nasional (Susenas).

Di dalam survei itu, lanjut Jokowi, salah satu pertanyaan indikator adalah apakah masyarakat mendapatkan program Rastra atau tidak.

“Jangan sampai saya minta ada keterlambatan, saya minta Bulog mengikuti, Mentan, BUMN, Menko PMK bisa ikuti supaya beras ini sampai ke menerima manfaat tanpa terlambat satu hari pun,” ucapnya.

Survei Sosial Ekonomi Nasional ini dilakukan untuk menghitung angka kemiskinan di Tanah Air.

“Anggaran juga banyak Rp 21 triliun. Dengan biaya dan dampak besar kita harus benar benar jadikan ini prioritas, jangan sampai energi habis karena hal-hal yang kecil dan dampaknya kecil,” ujarnya. (dai)

LEAVE A REPLY