Suhandi Gandakan SPK Pengelolaan Limbah DOWA, Jual SPK Asli ke Syahbudin, Dan Tipu Suparno Lebih Setengah Milliar Rupiah

tyuuuJurnalPatroliNews-Karawang : Majelis Pengadilan Negeri Karawang dipimpin Jazuri,SH,MH dengan hakim anggota Topik dan Emi, Selasa siang kembali menggelar sidang perkara nomor 496 / Pid.B/2017/ PN Kwg dengan terdakwa Suhandi Suganda,(5/12).

Penuntut Umum Jatniko, dalam sidang ini menghadirkan saksi Dirut PT.Multi Hana Krasindo Bekasi ,Syahbudin dan Deni Anugrah, sopir pengusaha limbah ,Suparno bin Atun.

Dalam kesaksiannya dibawah sumpah, Syahbudin mengaku, pihaknya mendapat Surat Perintah Kerja pengelolaan limbah PT.DOWA atas nama Direktur CV Buana Jaya ,Suhandi, dari mitra bisnisnya, guru Samar ketua ormas Gabungan Masyarakat Independen(GMI) Kabupaten Karawang dan H.Romli yang dibayar 500 juta rupiah dari total yang ditawarkan 700 juta rupiah.

“Namun limbah sebagaimana SPK diterima itu tak sesuai dengan bukti yang dijanjikan , limbah ekonomis PT.DOWA diterima paling banyak hanya 10 ton sebulan, urai Syahbudin kepada majelis seraya menunjukkan sejumlah kuitansi diterima olehnya yang ditandatangani oleh terdakwa Suhandi serta Ny.Ela pejabat manager HRD PT.DOWA saat tersebut.

“Kontrak pertama dengan DOWA ┬ádilakukan Januari 2016, pungkas Syahbudin kepada majelis.

Sementara saksi sopir Suparno, Deni Anugrah, kepada majelis menyebut,  tanggal 4 Agustus 2016 ,dia diperintahkan majikannya ,Suparno, untuk menyerahkan uang 500 juta rupiah kepada terdakwa Suhandi.

“Selain itu, saya juga diperintah majikan menyerahkan 50 juta rupiah kepada Dadang Sonjaya untuk mengambil SPK aslinya yang ada ditangannya karena digadaikan oleh terdakwa, ujar Deni Anugrah memungkas pernyataannya dihadapan majelis.

Menjawab pertanyaan Ketua majelis, Jazuri, SH,MH, terhadapnya, terdakwa Suhandi Suganda mengaku jika surat perintah kerja pengelolaan limbah PT.DOWA yang asli, dia berikan kepada Dirut PT.Multi Hana Krasindo, Syahbudin, sementara yang diberikannya kepada pengusaha limbah CV.Putra Perbangsa, Suparno bin Atun yang ditipunya hingga merugi 780 juta rupiah, hanya lembar penunjukkan surat perintah kerja dari PT.DOWA .

Sidang lanjutan perkara ini, rencananya akan digelar Selasa pekan mendatang di pengadilan yang sama. (Pri)

LEAVE A REPLY